Suarapantura.com - Tegal, — Puluhan pengurus dan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau Tegal Raya mendatangi Markas Kepolisian Resor Tegal Kota pada Senin (19/10/2026). Mereka datang untuk mengawal penanganan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang menimpa lima anggota mereka di dua lokasi berbeda.
Rangkaian aksi kekerasan tersebut menyebabkan para korban mengalami luka-luka. Pihak pelapor mendesak kepolisian bertindak cepat menahan para terduga pelaku agar tidak muncul ancaman lanjutan.
Divisi Hukum LSM Harimau Tegal Raya, Adi Jefri Hermanto, menjelaskan bahwa peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (17/10/2026) dini hari di sebuah tempat hiburan malam di Kota Tegal. Korban bersama pendamping hukum langsung membuat laporan resmi ke Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal Kota pada hari yang sama.
Namun kekerasan diduga berlanjut pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Lokasi penyerangan kedua bergeser ke Jalan Mohammad Salim, tepat di belakang Kantor Pajak Kota Tegal. Menurut keterangan korban, para terduga pelaku diduga tidak terima dengan laporan polisi yang telah dibuat sebelumnya, lalu kembali menyerang korban yang saat itu sedang bersama sekitar sepuluh rekannya.
Serangkaian serangan di dua lokasi itu memakan total lima orang korban. Empat di antaranya teridentifikasi berinisial W (21), B (38), G (38), dan N (18). Satu korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami luka berat, sementara empat korban lainnya menjalani rawat jalan.
Demi mempercepat penyelidikan, tim hukum LSM telah menyerahkan rekaman kamera pengawas (CCTV) beserta identifikasi wajah para terduga pelaku kepada penyidik. Pihak LSM berharap kepolisian segera menangkap para pelaku.
Hingga berita ini ditulis, Polres Tegal Kota masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti, termasuk rekaman CCTV, untuk mengungkap kasus tersebut. Para terduga pelaku belum ditetapkan dan proses hukum masih berjalan.
Ketua LSM Harimau Tegal Raya, Mulyadi, yang turut memberikan keterangan pers di Mapolres Tegal Kota, berharap kasus yang menimpa anggotanya dapat segera terungkap. Ia meminta kepolisian mengusut tuntas para terduga pelaku agar kejadian serupa tidak terulang dan keamanan para aktivis masyarakat di Kota Tegal tetap terjamin.
Sumber: Radartegal.com, mitratoday, PanturaNews