Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Septic Tank Rumah di Brebes Dibongkar, Tak Ada Jejak Korban

M teguh•
Seputar Bregas

Foto: Imam Suripto/detikJateng

Suarapantura.com - Kepolisian membongkar septic tank di rumah seorang pemuda berinisial HS (24) di kompleks perumahan Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, untuk mencari kemungkinan sisa tubuh korban dugaan pembunuhan disertai mutilasi. Namun, pembongkaran yang dilakukan pada Minggu (18/10/2026) itu tidak menghasilkan temuan apa pun.

"Tidak nemu apa-apa selain kotoran," kata Kanit Reskrim Polsek Kersana, Aiptu Heri Sukamto, sebagaimana diberitakan sejumlah media. Hasil pemeriksaan Inafis di lokasi juga masih perlu dikaji lebih lanjut.

Penyelidikan kasus ini bermula pada Kamis malam (16/10/2026), ketika HS mendatangi Mapolsek Kersana dan menyerahkan diri. Kepada petugas, HS mengaku telah membunuh ayah kandungnya, Waslam (50), beberapa bulan sebelumnya.

"Pengakuannya, ayah dia dibunuh dan dipotong 10 bagian. Potongan direbus 2 hari hingga hancur dan dibuang ke Sungai Kluwut yang menuju ke laut. Tulangnya dibakar hingga menjadi abu," ujar Heri Sukamto.

Baca Juga · Seputar Bregas
Satlantas Brebes Jenguk Korban Kecelakaan di RSUD, Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas

Pengakuan tersebut menjadi dasar polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dua lokasi pada Minggu (18/10/2026). Tim Inafis Polres Brebes bersama Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah memeriksa rumah orang tua HS dan mengambil sampel bercak darah untuk uji forensik. Di rumah HS, polisi mengamankan pisau dan palu yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut, serta membongkar septic tank yang berada di teras rumah.

Pembongkaran septic tank dilakukan untuk memastikan tidak ada bagian tubuh korban yang dibuang melalui saluran toilet. "Ini bagian upaya menindaklanjuti pengakuan HS. Barangkali ada bagian tubuh yang dibuang di WC," tutur Heri.

Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar menjelaskan, rangkaian pemeriksaan tersebut bertujuan mengumpulkan bukti-bukti sesuai pengakuan yang disampaikan HS kepada polisi. Kapolsek Kersana AKP Teguh Adi Winarko memastikan kasus ini masih dalam penyelidikan.

Baca Juga · Seputar Bregas
Rumah Ambruk di Surokidul Tegal, Anak 7 Tahun Meninggal Dunia

Kendala utama penyidik adalah minimnya barang bukti. Selain pembongkaran septic tank yang nihil temuan, peralatan yang disebut digunakan untuk membunuh, memutilasi, dan merebus jasad korban juga belum ditemukan. Diduga, rentang waktu kejadian yang telah berlangsung berbulan-bulan membuat jejak bukti kian sulit dilacak.

Hingga kini, bagian tubuh Waslam yang menurut pengakuan HS dibuang ke Sungai Kluwut di wilayah Bulakamba juga masih dalam pencarian. Polisi terus mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri bukti yang mungkin berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut.

Sementara itu, warga sekitar mengaku tidak menaruh curiga atas menghilangnya Waslam selama berbulan-bulan. Ina, tetangga sekaligus kerabat keluarga, menuturkan bahwa HS pernah mengatakan ayahnya sedang berjualan siomai menggunakan sepeda motor di Kota Tegal. Keterangan itu membuat keluarga dan warga mengira Waslam sedang bekerja.

Pemkab Tegal dan Kemendagri Genjot Enam Inovasi Sosial Desa
Baca Juga · Seputar Bregas
Pemkab Tegal dan Kemendagri Genjot Enam Inovasi Sosial Desa

Soal dugaan motif, HS disebut mengaku kesal karena ayahnya kerap memarahi ibunya. Namun, motif tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan penyidik dan bukti pendukung lainnya.

Penyidikan masih terus berjalan. Kepastian mengenai rangkaian kejadian dan pertanggungjawaban pidana harus menunggu hasil penyidikan serta proses hukum yang berlaku.

(Sumber: Kompas.com, detikJateng, iNews, MantiqMedia)

Tags:
#brebes#mutilasi#kersana#polisi#kriminal
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…