Foto: Batamnews / dok. Diskominfo Batam
Suarapantura.com - Pemerintah Kabupaten Brebes bertandang ke Kota Batam untuk mempelajari strategi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai bekal penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
Kunjungan kerja tersebut berlangsung di Ruang Presentasi Kantor Wali Kota Batam, Selasa (20/10/2026). Rombongan dipimpin Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, dan diterima langsung Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, beserta jajaran Pemerintah Kota Batam.
Dalam pertemuan itu, Amsakar memaparkan perjalanan pembangunan Batam yang dimulai pada era 1970-an sebagai basis logistik Pertamina, lalu berkembang menjadi kawasan industri, kota madya administratif, hingga menjadi kota otonom yang kini berperan strategis dalam perekonomian nasional.
Menurut Amsakar, posisi Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia menjadi keunggulan tersendiri. Statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau Free Trade Zone juga memberi fasilitas fiskal yang menopang aktivitas usaha dan investasi.
Ia menjelaskan, pembangunan Batam bertumpu pada sektor industri, perdagangan, pariwisata, kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), alih kapal, hingga logistik. Saat ini kota tersebut didukung 31 kawasan industri dan menjadi salah satu tujuan investasi utama di Indonesia.
Dari sisi fiskal, sejumlah sumber PAD Batam di antaranya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta pajak hotel dan restoran.
Pertumbuhan yang pesat juga membawa tantangan, mulai dari bertambahnya jumlah penduduk hingga kebutuhan lahan, air bersih, listrik, dan infrastruktur telekomunikasi. Karena itu, Amsakar menekankan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang terukur dan berkelanjutan.
Untuk menjaga keseimbangan pembangunan dan daya beli masyarakat, Pemko Batam menjalankan 15 program prioritas, seperti peningkatan layanan air bersih, penanganan banjir melalui pembangunan drainase, pengobatan gratis berbasis KTP, pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku UMKM, bantuan seragam sekolah, serta perluasan akses beasiswa pendidikan.
"Kami menyambut baik kehadiran Ibu Bupati Brebes beserta rombongan di Kota Batam. Kunjungan ini merupakan momentum yang sangat baik untuk saling belajar, melengkapi, dan memperkuat tata kelola pemerintahan di daerah masing-masing," ujar Amsakar.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengapresiasi keterbukaan Pemko Batam dalam berbagi pengalaman pengelolaan pemerintahan. Menurutnya, Batam menunjukkan kemajuan luar biasa dalam menggerakkan ekonomi dan UMKM di tengah keberagaman penduduknya.
"Kami hadir untuk mempelajari strategi Pak Wali dalam mengoptimalkan PAD dan mengelola fiskal daerah, terlebih dalam menyusun persiapan APBD 2027," kata Paramitha.
Selain belajar strategi fiskal, kunjungan tersebut juga membuka peluang promosi produk lokal. Paramitha mengaku tertarik membuka stan promosi produk unggulan Kabupaten Brebes di Batam agar produk lokal semakin dikenal masyarakat dan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia.
Pertemuan diakhiri dengan diskusi interaktif antara jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Brebes dan Pemko Batam, dilanjutkan pertukaran cenderamata dan foto bersama.
Sumber: Batamnews.co.id dan mediacenter.batam.go.id