Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Di Usia 70 Tahun, Sugiman di Brebes Kini Mengayuh Becak Listrik

M teguh•
Seputar Bregas

Foto: TargetNews.ID

Suarapantura.com - Di usia yang sudah menginjak 70 tahun, Sugiman di Kabupaten Brebes masih setia mengayuh becak untuk mencari nafkah. Kini, pekerjaannya terasa lebih ringan setelah ia mendapatkan bantuan becak listrik.

Kabar tentang Sugiman menjadi perhatian pada akhir pekan ini. Dua pemberitaan pada 24 dan 25 Oktober 2026 sama-sama menyoroti sosok pengayuh becak berusia 70 tahun di Brebes yang kini dibantu dengan becak listrik. Bantuan tersebut digambarkan membawa harapan baru bagi Sugiman dalam menjalani rutinitasnya sehari-hari.

Bantuan becak listrik tersebut berasal dari Presiden Prabowo Subianto, yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Sugiman, pengayuh becak yang bekerja di Kelurahan Brebes, menyampaikan terima kasih atas bantuan itu karena becak listrik sangat membantu dan mempermudah pekerjaannya, terutama di usianya yang kini tenaganya tidak sekuat dulu.

UMUS Brebes Wisuda 331 Lulusan, Kukuhkan Enam Lulusan Perdana Magister Manajemen
Baca Juga · Seputar Bregas
UMUS Brebes Wisuda 331 Lulusan, Kukuhkan Enam Lulusan Perdana Magister Manajemen

Sebelum menggunakan becak listrik tersebut, Sugiman mengikuti pelatihan pada Jumat, 23 Oktober 2026, di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes. Pelatihan yang dibuka oleh Wakil Bupati Brebes Wurja itu meliputi cara mengoperasikan becak listrik, penggunaan rem dan lampu sein, pengisian baterai yang benar, perawatan kendaraan, serta aturan lalu lintas dan keselamatan bagi pengayuh, penumpang, dan pengguna jalan lain.

Bagi pengayuh becak lanjut usia, setiap kayuhan bukanlah perkara ringan. Tenaga yang kian terbatas, ditambah jarak tempuh dan beban penumpang, membuat pekerjaan ini menuntut ketahanan fisik yang besar. Kehadiran becak listrik secara umum dapat membantu meringankan beban tersebut, karena pengayuh tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga kaki untuk menggerakkan becak.

Tebing Sungai Pedes Ambrol, Warga Kutamendala Brebes Usulkan Penahan Tebing
Baca Juga · Seputar Bregas
Tebing Sungai Pedes Ambrol, Warga Kutamendala Brebes Usulkan Penahan Tebing

Meski demikian, semangat Sugiman untuk tetap bekerja di usia senja patut diapresiasi. Di saat banyak orang seusianya memilih beristirahat penuh, ia masih memilih untuk tetap produktif dan mandiri. Becak listrik yang kini digunakannya diharapkan dapat memperpanjang masa produktifnya, tanpa harus memaksakan kondisi fisiknya setiap hari.

Kisah Sugiman juga menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap pekerja lanjut usia masih sangat dibutuhkan. Bantuan yang tepat sasaran, seperti alat kerja yang lebih ringan dan sesuai kondisi fisik penerima, dapat berdampak langsung pada kesejahteraan mereka. Bukan sekadar soal alat, bantuan semacam ini juga menyangkut martabat dan kemandirian para pekerja yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup dari jalanan.

Transaksi Nontunai Brebes Diproyeksikan Capai 82 Persen, QRIS Hadir di 17 Pasar Daerah
Baca Juga · Seputar Bregas
Transaksi Nontunai Brebes Diproyeksikan Capai 82 Persen, QRIS Hadir di 17 Pasar Daerah

Di Brebes, becak masih menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat. Becak mengantar warga ke pasar, ke sekolah, maupun ke tempat-tempat lain di sekitar permukiman. Di balik setiap becak yang melintas, ada cerita tentang kerja keras dan ketekunan pengayuhnya, termasuk Sugiman yang hingga kini masih setia dengan profesinya.

Harapannya, kisah Sugiman dapat menginspirasi kepedulian yang lebih luas terhadap para pengayuh becak lanjut usia. Dukungan sekecil apa pun, jika diberikan dengan tepat, dapat meringankan beban mereka dan memberi harapan baru untuk tetap menjalani hari dengan lebih baik.

Sumber: TargetNews.ID dan BeritaJateng.id

Tags:
#brebes#becak listrik#sugiman#pengayuh becak#bregas
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…