Suarapantura.com - Pemerintah Kabupaten Brebes menegaskan komitmennya terhadap pembangunan yang inklusif dan responsif gender saat menjalani verifikasi lapangan evaluasi pengarusutamaan gender (PUG) tahun 2024–2025 pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Kegiatan verifikasi berlangsung di ruang rapat lantai 5 Gedung Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes dan menjadi bagian dari penilaian Anugerah Parahita Ekapraya 2026. Wakil Bupati Brebes Wurja hadir dan menyampaikan pesan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma tentang pentingnya pembangunan yang dirasakan adil oleh perempuan dan laki-laki.
Menurut Wurja, kesetaraan gender bukan sekadar wacana, melainkan syarat agar akses pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan, dan partisipasi dalam pembangunan dapat dinikmati secara setara. Perempuan dan laki-laki di Brebes, kata dia, harus sama-sama memiliki ruang untuk bertumbuh, bekerja, dan menentukan masa depannya.
Komitmen tersebut telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Brebes 2025–2029. Data yang dipaparkan dalam verifikasi menyebutkan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Brebes pada 2024 sebesar 87,61 dengan target meningkat menjadi 89,21 pada 2029, sedangkan Indeks Ketimpangan Gender ditargetkan membaik dari 0,42 menjadi 0,38.
Landasan kebijakannya adalah Peraturan Bupati Brebes Nomor 94 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender 2023–2026. Pada 2025, Brebes juga menjadi daerah percontohan dalam mengintegrasikan pelibatan laki-laki ke dalam perencanaan dan penganggaran responsif gender melalui pendekatan kesehatan reproduksi.
Dalam arahannya, Bupati Brebes meminta seluruh perangkat daerah memastikan kebijakan dan alokasi anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Kebijakan itu diminta disusun berbasis data terpilah, analisis gender, dan indikator hasil yang terukur, sehingga program yang dijalankan berdampak nyata, bukan hanya tercatat dalam dokumen perencanaan.
Verifikasi lapangan ini juga menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Brebes untuk memaparkan capaian sekaligus mengevaluasi aspek yang masih perlu diperkuat. Anugerah Parahita Ekapraya dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai dorongan untuk terus memperbaiki tata kelola pembangunan responsif gender.
Tim dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sekretaris daerah, para asisten sekretaris daerah, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, serta tim pengarusutamaan gender Kabupaten Brebes turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan pengarusutamaan gender, memperkuat pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: Halo Semarang dan Harian Daerah.