Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Dikbud Tegal Matangkan Workshop Revitalisasi Tari Kuntulan Sangaji di Slawi

M teguh•
Seputar Bregas

Foto: MercuSwara

Suarapantura.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal bersama Paguyuban Lestari Sangaji Tegal menyiapkan langkah lanjutan pelestarian Tari Kuntulan Sangaji melalui workshop dan festival. Persiapan itu dimatangkan dalam diskusi kelompok terarah di Aula Dikbud Kabupaten Tegal pada Sabtu (24/10/2026).

Forum tersebut dihadiri perwakilan sektor pendidikan, instansi kebudayaan, dan organisasi kemasyarakatan se-Kabupaten Tegal. Peserta yang terlibat antara lain dua pamong seni dari setiap Kantor Wilayah Kecamatan, perwakilan sekolah jenjang SMP dan SMA atau SMK, serta para penggiat seni lokal.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Kabupaten Tegal, Samiun, yang juga bertindak sebagai mentor. Materi teknis disampaikan bersama mentor seni Nur Wahju Nugroho Widi dan Ketua Paguyuban Lestari Sangaji Tegal, Diana Wanti. Forum ini menjadi ruang penyamaan persepsi agar pelaksanaan workshop berjalan terarah dan merata di seluruh kecamatan.

Transaksi Nontunai Brebes Diproyeksikan Capai 82 Persen, QRIS Hadir di 17 Pasar Daerah
Baca Juga · Seputar Bregas
Transaksi Nontunai Brebes Diproyeksikan Capai 82 Persen, QRIS Hadir di 17 Pasar Daerah

Salah satu hal yang ditegaskan dalam forum adalah aspek legalitas. Empat pasal yang mengatur ragam dan struktur gerak Tari Kuntulan Sangaji tercatat memiliki perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dari Kementerian Hukum RI dengan nomor registrasi 001406257. Perlindungan tersebut dimaksudkan agar setiap tahapan edukasi kepada masyarakat tetap mengikuti pakem yang telah disepakati, sehingga revitalisasi tidak menghilangkan karakter khas tarian itu.

Sebagai tindak lanjut, Workshop Revitalisasi Tari Kuntulan Sangaji dijadwalkan berpusat di Gedung Rakyat Slawi. Setiap Kantor Wilayah Kecamatan diminta mengirimkan dua pamong seni dan empat pelajar sebagai peserta utama. Pelibatan pamong seni dan pelajar secara bersamaan ditujukan untuk mempercepat transfer pengetahuan seni dari generasi yang lebih berpengalaman kepada generasi muda.

Bupati Tegal Ajak Ulama Perangi Stigma TBC dan HIV/AIDS di Slawi
Baca Juga · Seputar Bregas
Bupati Tegal Ajak Ulama Perangi Stigma TBC dan HIV/AIDS di Slawi

Sebelum workshop berlangsung, peserta diimbau berlatih secara mandiri melalui video tutorial di kanal YouTube resmi revitalisasi tari tersebut. Selain materi digital, Paguyuban Lestari Sangaji Tegal juga akan menerjunkan tim pendamping teknis untuk mengawal latihan langsung di tiap kecamatan.

Kuntulan merupakan seni tradisional khas Kabupaten Tegal yang memadukan gerakan pencak silat dengan iringan rebana dan lantunan shalawat. Namanya diambil dari gerakan yang menyerupai burung kuntul, dan dalam perkembangannya tarian ini dapat dibawakan oleh penari laki-laki maupun perempuan. Kalangan pegiat budaya pada 2024 mencatat ada sekitar 45 hingga 50 grup kuntulan di Kabupaten Tegal, dengan sekitar 25 grup yang masih aktif.

RSUD Ir Soekarno Sambangi Warga Ciduwet Penderita Luka Kronis Lewat Nakes Door to Door
Baca Juga · Seputar Bregas
RSUD Ir Soekarno Sambangi Warga Ciduwet Penderita Luka Kronis Lewat Nakes Door to Door

Upaya pelestarian ini juga melibatkan perguruan tinggi. Pada Sabtu (8/8/2026), Dikbud Kabupaten Tegal dan Paguyuban Kuntulan Sangaji bersama akademisi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto membahas pengembangan Kuntulan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar. Langkah itu menunjukkan pelestarian tidak hanya diarahkan ke panggung pertunjukan, tetapi juga ke ruang kelas dan sanggar-sanggar seni.

Dengan persiapan yang dimatangkan lebih awal, workshop di Slawi diharapkan menjadi jembatan antara pamong seni, pelajar, dan masyarakat agar Tari Kuntulan Sangaji tetap hidup, dikenal generasi muda, dan terjaga pakemnya. Sumber: MercuSwaraNews, Kanwil Kemenag Jawa Tengah, dan Jurnal Seni Tari Universitas Negeri Semarang.

Tags:
#tegal#slawi#kuntulan#tari tradisional#dikbud tegal#budaya tegal
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…