Suarapantura.com - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kecamatan se-Kota Tegal periode 2026-2031 resmi dikukuhkan dalam acara di Pendopo Ki Gede Sebayu, kompleks Balai Kota Tegal, pada Selasa (27/10/2026). Pengukuhan tersebut dipimpin Ketua MUI Kota Tegal, KH Sobirin Ali Seger, dan disaksikan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono.
Empat pengurus kecamatan yang dikukuhkan itu adalah Ali Murtado sebagai Ketua MUI Kecamatan Tegal Timur, Edi Friyono sebagai Ketua MUI Kecamatan Tegal Barat, Saefudin Abdullah sebagai Ketua MUI Kecamatan Tegal Selatan, dan Aminudin sebagai Ketua MUI Kecamatan Margadana. Mereka mengucapkan sumpah jabatan di hadapan para undangan sebelum resmi menjalankan amanah barunya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Yon Supriyono menyampaikan selamat kepada para pengurus yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab moral dan keagamaan untuk membimbing umat, menjaga kerukunan, serta membantu membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
Wali Kota juga mengajak MUI kecamatan untuk semakin dekat dengan masyarakat. Menurutnya, pengurus MUI perlu hadir di masjid, majelis taklim, lembaga pendidikan keagamaan, dan kalangan pemuda, agar pembinaan keagamaan berjalan menyentuh kehidupan sehari-hari warga.
Ia menekankan tiga fungsi utama MUI, yakni Khadimul Ummah sebagai pelayan umat, Himayatul Ummah sebagai pelindung umat, dan Shadiqul Hukumah sebagai mitra pemerintah. Pemerintah Kota Tegal, kata dia, memandang ulama sebagai mitra penting dalam penyelenggaraan pembangunan, sehingga masukan, nasihat, dan pertimbangan ulama dibutuhkan agar kebijakan pembangunan tetap menjunjung nilai moral, nilai agama, dan kemaslahatan masyarakat.
Ketua MUI Kota Tegal KH Sobirin Ali Seger dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa ulama memiliki peran strategis sebagai pewaris para nabi yang membimbing umat. Ia menjelaskan peran tersebut melalui dakwah dan syiar, pendampingan moral dan spiritual, serta pendidikan dan literasi keagamaan, sekaligus menjadi mitra pemerintah yang kritis dan konstruktif demi kemaslahatan bersama, bukan oposisi yang merusak.
Acara pengukuhan tersebut ditutup dengan sarasehan yang disampaikan Muhadi Setiabudi mengenai pentingnya kemandirian ekonomi umat Islam. Melalui pengukuhan ini, sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat di Kota Tegal diharapkan semakin kuat dalam menjaga kerukunan dan mendorong pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Sumber: Media Indonesia, Radartegal, PanturaNews.