Suarapantura.com - Komando Distrik Militer (Kodim) 0712/Tegal tengah membangun Jembatan Beton Merah Putih di Sungai Kali Jembangan, Kelurahan Kudaile, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Jembatan ini menjadi penghubung vital antara Kelurahan Kudaile dan Kelurahan Procot yang sama-sama berada di wilayah Slawi.
Kehadiran jembatan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga antarkelurahan. Selama ini, akses yang memadai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat, terutama untuk menunjang aktivitas pendidikan, kegiatan ekonomi, dan interaksi sosial sehari-hari.
Menurut laporan yang beredar, pembangunan jembatan ini diperkirakan memberi manfaat bagi sekitar 500 orang dari 775 kepala keluarga di dua kelurahan tersebut. Sungai yang dilintasi jembatan memiliki lebar sekitar empat meter, sehingga konstruksi beton dipilih agar bangunan lebih kokoh dan tahan lama.
Progres pekerjaan di lapangan terus berjalan dan dikerjakan oleh Tim Pelaksana Konstruksi Kodim 0712/Tegal. Hingga Rabu, 28 Oktober 2026, pekerjaan perataan lahan dan perambuan atau bowplank masing-masing telah mencapai 100 persen, penggalian lubang pondasi mencapai 75 persen, sementara pembersihan lahan baru mencapai 10 persen.
Komandan Kodim 0712/Tegal, Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat. Pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga dinilai dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
Ia berharap konektivitas antarwilayah di Slawi semakin baik setelah jembatan selesai dibangun. Akses yang lebih lancar diyakini dapat membuka peluang ekonomi baru, mempermudah anak-anak berangkat ke sekolah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kudaile dan Procot.
Pembangunan jembatan penghubung antarkelurahan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ketika infrastruktur dasar tersedia, aktivitas warga tidak lagi terhambat oleh kondisi sungai maupun keterbatasan akses.
Ke depan, jembatan yang menghubungkan Kudaile dan Procot itu diharapkan dapat dirawat bersama oleh warga dan pemerintah setempat agar manfaatnya bertahan lama. Dengan akses yang lebih baik, warga diharapkan semakin mudah menjangkau fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi di sekitar Slawi. Masyarakat diimbau menjaga bangunan tersebut demi kelancaran aktivitas bersama.
Sumber: NgopiOnline dan Pendim Tegal.