Suarapantura.com - Pemerintah Kabupaten Tegal mempercepat penataan kawasan wisata Guci di lereng Gunung Slamet, Kecamatan Bumijawa, agar siap menyambut lonjakan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027. Dua pekerjaan menjadi prioritas, yakni revitalisasi Pancuran 5 dan pembangunan jembatan di Pancuran 13, yang ditargetkan selesai seluruhnya pada awal Desember 2026.
Revitalisasi Pancuran 5 menelan anggaran sekitar Rp1,3 miliar dengan progres 46 persen hingga awal Oktober 2026. Sementara itu, pembangunan jembatan Pancuran 13 yang bernilai sekitar Rp2,5 miliar sudah mencapai 60 persen. Kedua pekerjaan tersebut terpantau masih berjalan pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal, Putri Dewi Fitrah Ayu Lintang, memastikan seluruh pekerjaan masih sesuai rencana kerja. Ia optimistis fasilitas yang dibenahi dapat beroperasi penuh sebelum masa liburan dimulai.
"Progres terus berjalan. Kami optimistis awal Desember bisa 100 persen, sehingga bisa menghadapi libur Nataru," ujar Lintang.
Penataan Pancuran 5 tidak hanya mempercantik tampilan. Konsep yang diusung memadukan kesan kekinian dengan identitas kawasan: bangunan ikonik Pancuran 5 tetap dipertahankan, sedangkan lanskap di sekitarnya akan dilengkapi kolam renang baru di bagian atas. Alur pengunjung juga diperbaiki dengan memisahkan jalur masuk dan keluar agar tidak terjadi penumpukan saat kawasan dipadati wisatawan.
"Nanti akan ada perbedaan, desain yang sekarang lebih kekinian, tidak seperti desain lama. Bangunan Pancuran 5-nya masih tetap ada," tutur Lintang.
Pekerjaan di beberapa titik sempat terkendala pengangkutan material ke area proyek yang bermedan curam. Disporapar mengatasinya dengan menambah jumlah tenaga kerja di lapangan. Adapun pengerjaan jembatan Pancuran 13 yang berfokus pada penguatan fondasi kaki jembatan disebut telah selesai, dan pengerjaannya dikoordinasikan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sesuai pembagian kewenangan wilayah.
Untuk mengantisipasi luapan air dan memperkuat tebing di sekitar area pemandian, Pemkab Tegal juga membangun dinding penahan tanah atau talud di sepanjang aliran Sungai Gung. Lintang menyebut kawasan di sekitar sungai nantinya akan dipenuhi talud.
Dari sisi akses, Jembatan Jedor dilaporkan telah rampung 100 persen dan beroperasi normal bersama seluruh jalur utama menuju Guci. Tingkat hunian hotel, penginapan, dan vila di kawasan itu disebut tinggi setiap akhir pekan.
Penataan ini dilakukan setelah kawasan Guci dilanda banjir bandang akibat luapan Sungai Gung pada Desember 2025 dan Januari 2026, yang merusak sejumlah pemandian dan jembatan. Terkait biaya, pengelola memastikan tidak ada retribusi tambahan untuk masuk ke Pancuran 5 karena tarifnya sudah menyatu dengan tiket masuk utama kawasan Guci.
Pemkab Tegal pun mengimbau masyarakat tidak ragu merencanakan liburan akhir tahun di Guci. "Kami mengimbau wisatawan tidak khawatir untuk berkunjung ke Guci karena sudah aman," pungkas Lintang.
Sumber: MercuSwaraNews dan Semarang24.