Suarapantura.com - Museum Semedo di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, menjadi ruang pertemuan sejarah, seni, dan budaya pada pembukaan Program Publik Wanara Seba 2026, Minggu, 1 November 2026.
Mengusung tema Metamorfosil, kegiatan ini mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengenal lebih dekat kekayaan warisan budaya Kabupaten Tegal.
Pembukaan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, komunitas seni, pelaku budaya, dan masyarakat. Polres Tegal hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian sejarah dan kebudayaan daerah, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan menampilkan berbagai karya seni, pertunjukan budaya, serta edukasi sejarah mengenai situs purbakala Semedo. Situs ini dikenal sebagai salah satu situs manusia purba tertua di Indonesia, sehingga museum menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkan kembali warisan tersebut kepada publik.
Melalui Wanara Seba, masyarakat diharapkan semakin mengenal dan mencintai warisan budaya daerah. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya bangsa.
Museum Semedo sendiri dibangun sebagai sarana pelestarian cagar budaya sekaligus ruang edukasi dan penelitian. Koleksinya mencakup fosil manusia purba dan fauna purba serta artefak yang menjadi bukti kehidupan pada masa prasejarah di kawasan Semedo, sehingga kunjungan ke museum tidak hanya menjadi wisata, tetapi juga sarana belajar sejarah.
Bagi generasi muda, kegiatan seperti Wanara Seba menjadi jembatan untuk memahami bahwa sejarah daerah bukan sekadar cerita masa lalu. Lewat pameran, pertunjukan, dan edukasi yang dikemas secara menarik, nilai-nilai budaya dapat diwariskan dengan cara yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh warisan purbakala Tegal dapat mengunjungi Museum Semedo di Kedungbanteng. Kehadiran museum di tengah kawasan cagar budaya membuat pengalaman belajar menjadi lebih nyata, karena pengunjung dapat melihat langsung koleksi dan memahami konteks tempat ditemukannya.
Ke depan, Program Publik Wanara Seba diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Dengan dukungan berbagai pihak, pelestarian warisan budaya Tegal diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan terus hidup melalui partisipasi masyarakat.
Sumber: CakrawalaNews dan TargetNews.ID.