Suarapantura.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Brebes dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan. Ia berjanji mendorong agar Brebes segera lepas dari predikat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Muhaimin saat menghadiri kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren (KSEKP) di Pondok Pesantren Al Hikmah 2, Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut mengusung model pengembangan usaha kopi berbasis pesantren.
Muhaimin menilai persoalan kemiskinan di Brebes membutuhkan penanganan serius dan aksi nyata yang terintegrasi. Ia meminta pemerintah daerah, BUMN, pesantren, hingga organisasi masyarakat bergerak bersama meningkatkan kesejahteraan warga, bukan hanya mengandalkan program pemerintah semata.
“Insyaallah saya akan perhatikan Brebes secara khusus supaya Brebes segera tidak menjadi juara. Masa juara kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah? Saya minta Gubernur, Bupati, dan BUMN cepat bergerak. Brebes harus segera mengakhiri juaranya,” kata Muhaimin.
Dalam kunjungan itu, Muhaimin juga menyerahkan satu unit mobil ambulans secara simbolis untuk operasional kesehatan Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda. Bantuan tersebut diharapkan menunjang pelayanan kesehatan santri sekaligus warga di sekitar pesantren, agar santri tidak kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Selain itu, ia menegaskan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga harus menjadi pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Kopi dipilih sebagai pintu masuk karena Brebes dinilai memiliki potensi kopi yang besar, terutama di wilayah pegunungan Sirampog.
“Pesantren itu bukan hanya tempat mengaji, tapi harus menjadi pusat ekonomi. Santri harus berdaya, bergerak, dan mandiri. Kita mulai dari kopi, karena Brebes punya potensi kopi yang luar biasa,” ujar Muhaimin.
Model Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren yang dijalankan di Al Hikmah 2 diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi santri, membuka lapangan kerja, dan mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitar. Jika model tersebut berhasil, Muhaimin menyebutnya akan direplikasi ke berbagai daerah lain di Indonesia.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Hikmah 2, K.H. Sholahudin Masruri, menyampaikan bahwa pengembangan kopi di pesantren tersebut telah dirintis sejak 2017. Selain kopi, pesantren juga mengembangkan budidaya melon dan perikanan, serta membekali santri dengan keterampilan praktis seperti perikanan, tata busana, dan pengelasan.
Kegiatan di aula utama pesantren itu dihadiri ribuan santri, jajaran pengasuh pesantren, perwakilan kementerian dan lembaga terkait, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Brebes. Wakil Bupati Brebes, Wurja, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Brebes sebagai lokasi program pemberdayaan tersebut.
Sumber: PortalPantura, EmsatuNews, HarianBumiayu.