Suarapantura.com - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Brebes memilih cara yang berbeda dalam Operasi Patuh Candi 2026. Di tengah penindakan terhadap pelanggar, petugas justru memberi hadiah kepada pengendara yang tertib berlalu lintas.
Kegiatan sosialisasi yang dikemas secara humanis dan edukatif itu berlangsung di Jalan Veteran, tepatnya di depan Gedung Nasional, Brebes, pada Rabu, 4 November 2026. Pengendara yang dinilai patuh menerima helm berstandar nasional, cokelat, hingga buah. Khusus bagi pengendara dari luar kota, petugas menambahkan telur asin sebagai oleh-oleh khas Brebes.
Kasatlantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq menjelaskan, pendekatan tersebut sengaja diambil agar operasi tidak hanya dipahami sebagai penindakan. Apresiasi kepada pengendara yang taat aturan diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan merupakan kepentingan bersama, bukan sekadar upaya menghindari tilang.
Selain memberi penghargaan, Satlantas Polres Brebes juga memaparkan hasil sementara Operasi Patuh Candi 2026 yang berjalan sejak 26 Oktober hingga 8 November 2026. Hingga 4 November 2026, petugas mencatat 1.154 pelanggaran lalu lintas. Rinciannya, 984 pelanggaran ditindak melalui tilang dan 170 pelanggaran lainnya diselesaikan dengan teguran.
Jumlah tersebut diklaim turun 55 persen dibandingkan pelaksanaan Operasi Patuh pada 2025. Meski demikian, petugas masih menemukan pelanggaran yang berulang, terutama penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong. Selama operasi, sebanyak 325 knalpot brong diamankan dan rencananya akan dimusnahkan.
Pemilik kendaraan yang ditindak karena knalpot brong dapat mengambil kembali kendaraannya setelah mengganti knalpot dengan jenis standar di lokasi. Langkah ini ditempuh agar penindakan tetap memberi efek jera, tetapi juga memberi kesempatan bagi pemilik kendaraan untuk segera memperbaiki kendaraannya.
Dari sisi profil pelanggar, operasi kali ini didominasi karyawan muda. Tercatat 411 pelanggar berasal dari kalangan karyawan dengan rentang usia 16 hingga 20 tahun. Sementara itu, korban kecelakaan lalu lintas justru paling banyak berasal dari kalangan pelajar.
Temuan tersebut menjadi dasar bagi Satlantas Polres Brebes untuk memperluas sosialisasi keselamatan berkendara ke sekolah-sekolah dan tempat kerja. Sosialisasi berbasis data dinilai lebih tepat sasaran karena menyesuaikan materi dengan kelompok yang paling sering melanggar maupun paling rentan menjadi korban.
Selama operasi, petugas juga mencatat 14 kejadian kecelakaan lalu lintas. Penyebabnya masih didominasi hal-hal klasik, seperti tidak memakai helm, melawan arus, serta kelalaian pengendara yang tidak menguasai kendaraannya. Sasaran operasi sendiri meliputi pelanggaran kasat mata, termasuk kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL).
Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kepolisian berharap masyarakat semakin memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar kewajiban saat ada razia. Kepatuhan terhadap aturan merupakan upaya menjaga keselamatan diri sendiri sekaligus pengguna jalan lainnya.
Sumber: Ketik.com dan GarudaXpose