Suarapantura.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal menggelar empat pelatihan keterampilan sekaligus bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program yang diikuti 265 peserta ini digelar agar usaha lokal naik kelas dan semakin berdaya saing di pasar yang kian kompetitif.
Keempat pelatihan tersebut meliputi Pelatihan Batik, Pelatihan UMKM Cita Rasa, Pelatihan Packaging (Pengemasan) UMKM, dan Pelatihan Barista. Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Tegal dan resmi dibuka Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono di Ruang Adipura, Kompleks Balai Kota Tegal, Rabu (4/11/2026).
Pembukaan pelatihan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal Bimala, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Tegal Sirat Mardanus mengatakan, pelatihan ini bertujuan membangun kompetensi sumber daya manusia UMKM agar mampu menangkap peluang pasar dan bersaing lebih luas. "Melalui program ini, kami berharap UMKM lokal semakin berkembang, mampu menangkap peluang pasar, serta memiliki daya saing yang kuat. Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem usaha yang berdaya dan berkelanjutan," ujar Sirat.
Sebanyak 265 peserta terlibat dalam empat pelatihan tersebut, dengan rincian 120 peserta Pelatihan Batik, 60 peserta Pelatihan UMKM Cita Rasa, 60 peserta Pelatihan Packaging UMKM, dan 25 peserta Pelatihan Barista.
Untuk memastikan materi tersampaikan dengan baik, Pemkot Tegal menghadirkan narasumber dari berbagai daerah. Pelatihan Batik menghadirkan narasumber dari Surakarta, Pekalongan, Wonogiri, hingga Yogyakarta. Pelatihan UMKM Cita Rasa didampingi Chef Joko Patriot dan Chef Yudo Nugroho, Pelatihan Packaging diisi Sri Handoko, S.E., M.M., sedangkan Pelatihan Barista dipandu instruktur dari LPK Sari Dewi.
Wali Kota Dedy Yon Supriyono menaruh harapan khusus pada Pelatihan Batik. Ia ingin Batik Tegal tidak hanya menjadi kebanggaan budaya, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Melalui pelatihan ini, ia berharap lahir generasi pembatik baru yang inovatif dan mampu menjadikan keterampilan membatik sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
Dedy Yon juga mendorong peserta untuk tidak hanya menguasai keterampilan produksi, tetapi juga memahami pengembangan usaha secara menyeluruh, mulai dari menjaga kualitas produk, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, hingga memanfaatkan platform digital untuk pemasaran.
Menurut Dedy Yon, pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan keterampilan teknis, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Rangkaian pelatihan dijadwalkan berlangsung sepanjang November 2026 di sejumlah lokasi di Kota Tegal, dengan metode pembelajaran partisipatif yang memadukan pemaparan materi, praktik langsung, diskusi, dan tanya jawab. Program ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Tegal dalam mendampingi pelaku usaha kecil agar naik kelas dan menjadikan UMKM sebagai pilar ekonomi daerah yang tangguh dan mandiri.
Sumber: Radar Tegal, Warta Bahari