Suarapantura.com - Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah memastikan bercak darah yang ditemukan di lokasi terkait kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, merupakan darah manusia. Kepastian itu disampaikan Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar kepada media, Jumat (6/11/2026).
"Di mana salah satunya adalah darah yang ditemukan di TKP itu adalah darah manusia, itu sesuai dengan hasil forensik Polda Jawa Tengah," ungkap Ali Akbar.
Tim Labfor mengambil sampel darah saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dua rumah yang berkaitan dengan pria berinisial HS (24), yakni rumah lama dan sebuah rumah di kompleks perumahan. Sampel tersebut berupa bercak darah yang menempel pada dinding rumah.
Meski hasil pemeriksaan forensik telah memastikan sampel itu darah manusia, potongan tubuh korban hingga kini belum ditemukan. Menurut pengakuan HS, potongan tubuh ayahnya dibuang ke Sungai Kluwut. Polisi menyatakan masih terus melakukan penyelidikan dan mengoptimalkan olah TKP, termasuk meminta informasi dari masyarakat.
"Untuk organ tubuh dari korban masih dalam proses penyelidikan dan sampai saat ini belum ditemukan, tapi kita terus melakukan penyelidikan. Olah TKP terus kita optimalkan termasuk meminta informasi dari masyarakat," terang Ali Akbar.
Kasus dugaan pembunuhan itu terungkap setelah HS mendatangi Kantor Polsek Kersana pada Kamis (16/10/2026) malam. Pria asal Desa Kemukten itu mengaku telah membunuh ayah kandungnya sekitar empat bulan sebelumnya. Ia mengaku memutilasi jasad korban menjadi beberapa bagian, lalu membuangnya ke sungai secara terpisah.
Pengakuan tersebut masih didalami polisi karena bukti fisik masih terus dikumpulkan untuk menguji kesesuaiannya dengan keterangan HS. Sebelumnya, tim Inafis Polres Brebes bersama Labfor Polda Jawa Tengah telah melakukan olah TKP di dua lokasi yang berkaitan dengan kasus itu, membongkar septic tank di rumah HS, serta mengamankan sejumlah barang untuk diperiksa lebih lanjut.
Polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan belum menyimpulkan seluruh rangkaian peristiwa. Perkembangan pemeriksaan forensik ini menjadi titik terang dalam upaya mengungkap kasus tersebut, sementara pencarian potongan tubuh korban terus dilakukan.
Sumber: detikJateng dan Ketik.com.