Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Waduh, Empat Perangkat Desa di Songgom Brebes Diduga Masih Terima Gaji setelah Mengundurkan Diri

Dedy Agustyan•
Seputar Bregas

SuaraPantura.com - Puluhan warga Desa Songgom Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes menggeruduk kantor desa setempat, Rabu 10 Januari 2024. Mereka dibuat kaget dengan empat perangkat desa yang tiba-tiba masuk kantor setelah setahun lalu mengundurkan diri karena diduga terlibat kasus korupsi keuangan desa. Mereka mengundurkan diri karena desakan warga.

Setelah mengundurkan diri, posisi jabatan mereka diisi oleh perangkat desa yang lainnya agar pelayanan masyarakat tetap berjalan. Namun saat masyarakat lebih merasa tenang dengan pemerintahan desa saat ini, tiba-tiba mantan perangkat desa tersebut masuk ke kantor untuk bekerja. Mirisnya lagi, saat mereka tak menjabat perangkat desa, diduga mereka masih menerima gaji atau penghasilan tetap (siltap).

"Kita punya bukti bahwa mereka-mereka itu ada kesalahan yang tidak bisa dimaafkan masyarakat. Kita punya banyak bukti bahwa mereka terlibat kesalahan, baik itu penyalahgunaan anggaran desa, pelayanan yang buruk kepada masyarakat," kata perwakilan masyarakat, Mohammad Sobari usai audiensi, Rabu 10 Januari 2024.

RSUD Ir Soekarno Sambangi Warga Ciduwet Penderita Luka Kronis Lewat Nakes Door to Door
Baca Juga · Seputar Bregas
RSUD Ir Soekarno Sambangi Warga Ciduwet Penderita Luka Kronis Lewat Nakes Door to Door

Sobari melanjutkan, yang membuat masyarakat geram, ada satu oknum perangkat desa yang empat tahun ini tidak aktif dan tidak menampakkan diri sebagai perangkat desa, termasuk saat rapat musyawarah desa (musdes), namun tiba-tiba berangkat ke kantor desa. Diduga oknum tersebut juga masih menerima gaji.

"Minggu-minggu ini dia terlihat, kami kaget. Apalagi setelah kami mendengar beliau ini masih menerima gaji atau siltap. Padahal selama empat tahun tidak pernah hadir dan terlihat sebagai perangkat desa," lanjut Sobari.

Baca Juga · Seputar Bregas
Satlantas Brebes Jenguk Korban Kecelakaan di RSUD, Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas

Sobari mengungkapkan, kedatangan warga ke kantor desa untuk meminta kejelasan status mereka. Warga menghendaki mereka tidak lagi terlibat dalam pemerintahan desa karena telah membuat kesalahan fatal yang membuat warga kecewa. Bahkan jika mereka memaksa duduk di pemerintahan desa, warga akan mengancam menggelar aksi demo besar-besaran.

"Kami ke sini minta kejelasan. Karena kami sebagai masyarakat punya bukti bahwa mereka melakukan kesalahan. Kita berani adu data. Kita punya data valid. Masyarakat mau kita ketemu di balai desa rembuk bareng," lanjut dia.

Baca Juga · Seputar Bregas
Rumah Ambruk di Surokidul Tegal, Anak 7 Tahun Meninggal Dunia

Menurut Sobari, tanpa kehadiran mereka, pelayanan pemerintahan desa saat ini sudah baik dan tidak ada komplain dari masyarakat dibandingkan dengan para oknum tersebut mereka-mereka yang pelayanannya buruk, dan penyaluran anggaran keuangan desa yang tidak tepat waktu. "Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi kita akan demo besar-besaran. Karena tujuan kita cuma ingin desa kita maju. Memang tidak ada orang lain selain mereka. Tanpa mereka, pemerintah desa saat ini lebih baik," tandasnya.

Sementara itu, Sekcam Songgom Budi Rakhmawan mengatakan, pihaknya mendukung penuh harapan masyarakat Desa Songgom. Hasil dari audiensi ini, BPD diminta segera membuat surat resmi kepada pemerintah desa. Selanjutnya, pemerintah desa menindaklanjuti ke pihak kecamatan dan kecamatan menindaklanjuti ke bupati.

"Nanti dari arahan bupati seperti apa kita menunggu, apakah nanti diizinkan melakukan penggantian atau seleksi perangkat desa," pungkasnya.***

Tags:
#songgom#brebes#perangkat desa
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…