Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar Kampanye di Tegal, Minta Masyarakat Ikut Mengawasi Penghitungan Suara
Ade Windiarto•
Seputar Bregas
SuaraPantura.com - Puluhan ribu simpatisan dan pendukung Capres-Cawapres Nomor Urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) memadati lokasi kampanye terbuka, di Lapangan Desa Pendawa, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Selasa 30 Januari 2024.
Kegiatan kampanye terbuka kali ini dikemas dengan tajuk Jalan Sehat Bareng AMIN, dengan hadiah 4 paket umroh, 5 unit sepeda motor, 9 unit sepeda listrik, serta sejumlah dorprize lainnya.
Dalam orasinya, Anies Baswedan menyampaikan saat ini harga-harga melambung tinggi, baik kebutuhan pokok, pupuk sulit dan mahal, lapangan pekerjaan sulit, biaya pendidikan mahal, sehingga harus ada perubahan.
"Kita ingin kesulitan ini berubah menjadi kemudahan, karena itu kita bersama-sama akan melakukan perubahan," ucap Anies.
Ia juga meminta masyarakat ikut mengawasi penghitungan suara di tiap TPS, sehingga Pemilu 2024 dapat berjalan dengan jujur dan adil.
"Ini bukan untuk mengamankan suara Anies-Muhaimin, ini mengamankan semua suara yang ada di TPS itu. Jangan sampai ada kecurangan, jangan sampai ada manipulasi. Semua ikut mengawasi," ucapnya.
Sementara menanggapi bansos yang akan digelontorkan oleh Presiden Joko Widodo pada Februari 2024 menjelang pencoblosan suara, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta masyarakat bisa memahami sumber dana bansos tersebut.
"Jadi tolong semua rakyat paham, bahwa yang dibagikan Presiden maupun pemerintah itu uang APBN yang diketok oleh DPR. Tidak boleh ada satu pun yang mengklaim," tegas Cak Imin, dihadapan awak media.
Ditempat yang sama, Anies Baswedan menambahkan, bahwa bansos harus mengikuti kalender rakyat, bukan kalender politik. Karena bansos itu pemberian negara bukan Presiden.
Kampanye juga dihadiri oleh sejumlah ulama terkemuka dan para politisi dari partai koalisi, diantaranya PKB, PKS, NasDem, serta Partai Ummat.***