Lomba Kultum Lingkungan Hidup di Radio Slawi FM, Upaya Memberi Pemahaman Merawat Bumi
Ade Windiarto•
Seputar Bregas
SuaraPantura.com - Sebagai upaya memberikan pemahaman tentang merawat bumi, Yayasan Rumah Pelopor Kepedulian Nusantara (Rukun) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal dan Radio Slawi FM menggelar Lomba Kultum Lingkungan Hidup.
Tema Lomba Kultum Lingkungan Hidup yaitu, "Menyelamatkan Bumi, Peran Penting Pengelolaan Sampah Dalam Pembangunan Berkelanjutan".
Lomba diselenggarakan di Radio Slawi FM Kabupaten Tegal, dengan jadwal rekaman mulai tanggal 7 sampai 9 Maret 2024. Dan akan disiarkan selama bulan Ramadhan 1445 H/2024 M, usai Adzan Dhuhur.
Ketua Panitia Lomba Kultum Lingkungan Hidup, Hendrik Bachrum mengatakan bahwa dalam lomba ini ada dua kategori, yakni kategori remaja usia 15 - 24 tahun dan kategori dewasa usia 25 - 90 tahun. Untuk pendaftaran gratis.
"Selama satu bulan di bulan Ramadhan ini, kita mencoba memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan," ungkapnya, Jum'at 8 Maret 2024.
Dengan menjaga lingkungan hidup, menurut Hendrik dapat menyelamatkan bumi dan menjaga kelestariannya. Termasuk pola hidup bersih dan sehat.
"Nantinya, setiap peserta diharapkan bisa menjadi kader-kader lingkungan hidup yang bergerak di lingkungan masing-masing terlebih dahulu, syukur-syukur bisa meningkat," ujar Hendrik.
Berdasarkan data yang masuk, jumlah peserta dalam Lomba Kultum Lingkungan Hidup ini sebanyak 28 peserta dari berbagai golongan dan profesi.
"Ternyata animo masyarakat untuk mengikuti lomba ini cukup besar, sehingga kami membatasi. Untuk durasi siaran maksimal 10 menit," jelas Hendrik.
Ditambahkan Hendrik, untuk semua peserta akan mendapatkan sertifikat. Sedangkan untuk para pemenang akan mendapat hadiah tropi, parsel dan uang pembinaan, yang akan diumumkan pada akhir bulan Ramadhan.
Salah satu peserta, Suspriyanti yang juga merupakan pejabat di Pemerintah Kabupaten Tegal menyampaikan, masyarakat harus bisa menjaga lingkungan hidup agar kelestariannya dapat terus terjaga.
"Disini saya sekaligus mensosialisasikan bagaimana kelestarian hidup itu sangat penting. Bumi ini harus kita jaga. Allah sudah memberikan kepada kita, tinggal bagaimana kita menjaganya," kata Suspriyanti.
Sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Tegal, Suspriyanti menyebut, ketika lingkungan kotor maka akan berdampak pada timbulnya berbagai penyakit, seperti demam berdarah maupun penyakit kulit.
"Kalau kita bisa mengolah sampah dengan baik, maka akan menjadi bersih. Sampah bisa dijadikan pupuk organik yang bermanfaat. Makanya dengan adanya lomba ini saya sangat mendukung, paling tidak supaya para pendengar bisa mendapatkan pemahaman," terangnya.***