SuaraPantura.com - Dukungan terhadap Irwan Santoso sebagai Calon Walikota Tegal periode 2024-2029 semakin deras dari beberapa ulama terkemuka.
Setelah sebelumnya sesepuh ulama Banten Buya Muhtadi dan Abah H Opik Derobi Tubagus, kini dukungan datang dari Gus Ali Blitar dan Gus Andi Jombang, yang telah merestui Irwan Santoso sebagai Calon Walikota Tegal periode 2024-2029.
Kedua ulama tersebut, yakni Gus Ali Blitar dan Gus Andi Jombang tertarik karena melihat program-program yang ditawarkan Irwan Santoso untuk memimpin Kota Tegal lima tahun ke depan.
Menurut para ulama, program Irwan Santoso sangat realistis dan merupakan bagian dari upaya mendorong terciptanya kehidupan ekonomi masyarakat berkemakmuran.
Kondisi masyarakat kategori makmur, menurut Irwan Santoso yaitu ketika pemenuhan kebutuhan keseharian masyarakat tercapai dimana pendapatan setiap rumah tangga paralel dengan peningkatan daya beli masyarakatnya.
"Kita sepakat tak ingin lagi mendengar tetangga kita bersedih karena masih berpikir keras untuk memenuhi kebutuhan pokok esok hari, kebutuhan anak sekolah," jelas Irwan Santoso, pada Minggu 5 Mei 2024.
"Alkhamdulillah beliau beliau Gus Ali Blitar dan Gus Andi Jombang sepaham dengan program peningkatan masyarakat untuk kemakmuran," tambahnya.
Gus Ali Blitar dan Gus Andi Jombang merestui Irwan Santoso untuk merealisasikan 4 program unggulan ketika menjadi Walikota Tegal yang harus melewati mekanisme yang ada.
"Ya beliau-beliau itu sangat tertarik dengan program yang kami paparkan karena esensinya untuk kemaslahatan umat pada tataran rahmatan lil alamin," ucap Irwan Santoso.
Realisasi program-program unggulan diantaranya yang paling prioritas program Satu Rumah Satu Pekerjaan yakni pemberdayaan usaha lokal (UMKM) untuk menyediakan peluang kerja dengan pendampingan permodalan, serta menarik permodalan dari luar daerah untuk pemanfaatan perluasan lapangan pekerjaan di Kota Tegal sebagai respond terhadap tingginya angkatan kerja setiap tahunnya.
Dinamika perekonomian tersebut nantinya akan berimbas pada meningkatnya pendapatan daerah terutama dari sektor perpajakan usaha.***