Tak Diberikan Izin Gunakan Gedung PCNU sebagai Titik Kumpul Pendaftaran Cabup Umi Azizah, Ini Penjelasannya
Ade Windiarto•
Seputar Bregas
SuaraPantura.com - Proses pendaftaran Bakal Calon Bupati Tegal 2024-2029, Hj Umi Azizah diduga tidak mendapatkan dukungan dari Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal, yang diketuai oleh H Muhammad Muntoyo.
Pasalnya, rencana awal Umi Azizah hendak melakukan pengembalian formulir dan berkas pendaftaran sebagai Calon Bupati Tegal 2024-2029 dengan titik kumpul di Gedung PCNU Kabupaten Tegal, pada Kamis 16 Mei 2024.
Namun setelah informasi tersebar, PCNU Kabupaten Tegal melalui surat resmi Nomor 469/PC/A.II/H-25/V/2024 tertanggal 15 Mei 2024, tidak merekomendasikan Gedung PCNU sebagai titik kumpul massa pendukung Umi Azizah.
Padahal Umi Azizah yang juga merupakan Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal, merupakan mantan Bupati Tegal yang akan kembali maju dalam kontestasi Pilkada 2024.
Ditemui SuaraPantura.com, Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal, H Ahmad Saiful Bahri mengatakan, bahwa pengajuan surat dari PC Muslimat pada Senin sore 13 Mei 2024 terlalu mendesak, sehingga hanya ada waktu dua hari untuk memutuskan.
"Kami koordinasi dengan Rois Syuriah dan beliau tidak memungkinkan untuk beracara. Karena keputusan tidak bisa diambil tanpa pimpinan tertinggi, maka kita menjawab melalui surat bahwasanya kita belum bisa mengabulkan permintaan (PC Muslimat)," kata Saiful, pada Kamis 16 Mei 2024.
Dijelaskan oleh Saiful Bahri, bahwa saat ini PCNU ingin menjaga kondusifitas agar tidak menimbulkan kegaduhan. Dan surat yang dilayangkan ke PC Muslimat Kabupaten Tegal juga atas sepengetahuan dari Rois Syuriah PCNU Kabupaten Tegal.
Sementara menyinggung proses pendaftaran Umi Azizah sebagai Calon Bupati Tegal, Saiful menyebut belum bisa mengabulkan permohonan penggunaan Gedung PCNU.
"Hari ini saja distribusi Pengurus PCNU hampir kewalahan. Acara hari ini banyak sekali dari mulai Rakorcab Lazisnu, Hari Jadi Kabupaten Tegal, sampai wisuda STKIP NU. Jadi kita semua konsen ke arah itu," ungkapnya.
Pada dasarnya, menurut Saiful, pihaknya masih menunggu keputusan resmi terkait siapa calon resmi dari kader NU yang diberikan rekomendasi untuk maju pada Pilkada Kabupaten Tegal 2024.
"Kalau sudah jelas ada calon dari kader NU, maka kita dukung, kita menghindari warga Nahdliyin pecah. Makanya kita harus menjaga kondusifitas," ucap Saiful.***