Peduli Pendidikan bagi Warga Binaan, Lapas Brebes Gandeng PKBM Sakila Kerti Tegal
Ade Windiarto•
Seputar Bregas
SuaraPantura.com - Sebagai bentuk kepedulian dalam dunia pendidikan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Brebes (Lapas Brebes) dan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Sakila Kerti Tegal, mengadakan penandatangan kerja sama untuk memberikan pendidikan pada warga binaan.
Pelaksanaan penandatanganan kerja sama sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2024/2025, berlangsung di Aula Lapas Brebes, pada Sabtu 3 Agustus 2024.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Lapas Brebes, Isnawan, Penanggung Jawab PKBM Sakila Kerti Tegal Dr. Yusqon beserta rombongan, pegawai Lapas Brebes, rombongan PKBM Sakila Kerti Tegal serta warga binaan yang akan menjalani pendidikan kejar paket.
Menurut Dr. Yusqon, tujuan kerja sama dengan beberapa lapas untuk mengekspose permintaan pemerintah yaitu mencerdaskan, berkehidupan, berbangsa dan bernegara sesuai dengan UUD 1945 Pasal 31, bahwa semua warga negara Indonesia berhak menerima pendidikan yang layak.
"Di bingkai pendidikan, anak yang mau sekolah harus dilayani. Dalam lapas merupakan bagian dari warga yang mungkin putus sekolah atau ada masalah. Ketika pendidikan bisa masuk ke lapas, maka bisa mengurangi angka putus sekolah," ujar Dr. Yusqon.
Sedangkan untuk paket pendidikan yang disediakan oleh PKBM Sakila Kerti Tegal kepada warga binaan di Lapas Brebes diantaranya, paket A, B, C dan D.
"Paket A setara SD, paket B setara SMP, paket C setara SMA dan paket D itu ketrampilan khusus yang akan diajarkan. Selain mendapat ijasah juga mendapat ketrampilan yang bisa dimanfaatkan," jelasnya.
Untuk sistem yang akan diterapkan, lanjut Dr. Yusqon, yaitu modul bahan ajar supaya warga binaan tidak kesulitan dan nantinya akan ada pertemuan rutin sesuai dengan paket yang dipelajari.
"Intinya kita membahagiakan mereka, bukan malah membuat susah. Dan untuk ijasah juga setara dengan sekolah formal," ungkapnya.
Sementara Kepala Lapas Brebes, Isnawan mengapresiasi kerja sama yang dilakukan oleh PKBM Sakila Kerti Tegal, karena sejalan dengan program pimpinan di jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham.
"Pimpinan mengharuskan kita bisa mencerdaskan warga binaan. Arahan Kakanwil juga agar perlu bekerjasama dengan stakeholder yang bisa memberikan pencerahan kepada warga binaan," kata Isnawan.
Pihak Lapas Brebes juga merasa dengan upaya yang dilakukan bersama, maka akan bisa mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena warga binaan juga mempunyai hak sama dalam memperoleh pendidikan.
"Kita tidak boleh menyudutkan. Dan disinilah PKBM Sakila Kerti bisa memberikan nuansa baru, sehingga kami bisa bekerjasama dalam memperbaiki pendidikan," terang Isnawan.
Dari data yang ada, sementara peserta pendidikan berjumlah 10 orang dari 340 penghuni Lapas Brebes. Adapun syarat untuk mengikuti pendidikan di PKBM Sakila Kerti bagi warga binaan telah ditetapkan sesuai aturan.
"Peserta pendidikan sudah melalui seleksi sesuai persyaratan, antara lain ijasah terakhir dan keinginan-keinginan mereka untuk mengikuti pendidikan," pungkasnya.***