Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tegal Klaim Rehabilitasi RTLH Tahun Anggaran 2024 Bersih Dari Korupsi

Tim Suara Pantura 04•
Seputar Bregas

SuaraPantura.com - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tegal, Eko Setyawan mengatakan pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin dalam proses pelaksanaan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) tahun anggaran 2024. Dia memastikan proyek tersebut bersih dari korupsi.

"Insya Allah saya tidak menerima apapun dari itu (program rehabilitasi RTLH), itu kata-kata dugaan korupsi, berat bagi saya, dimana korupsinya? karena volume, harga sudah sesuai," kata Eko Setyawan saat ditemui awak media di pringgitan, Komplek Balaikota Tegal, Rabu (21/8/2024) pagi.

RSUD Ir Soekarno Sambangi Warga Ciduwet Penderita Luka Kronis Lewat Nakes Door to Door
Baca Juga · Seputar Bregas
RSUD Ir Soekarno Sambangi Warga Ciduwet Penderita Luka Kronis Lewat Nakes Door to Door

Senada dengan Eko, Mohamad Mudakir juga mengaku telah melaksanakan tugas sebagai tenaga fasilitator lapangan (TFL) dengan semaksimal mungkin dan bersih dari korupsi. Menurutnya, dia telah aktif berkomunikasi dengan seluruh kelompok penerima bantuan rehabilitasi RTLH dalam hal mengawasi penyediaan material dan tukang.

Baca Juga · Seputar Bregas
Satlantas Brebes Jenguk Korban Kecelakaan di RSUD, Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas

"Mungkin saya orang partama sebagai TFL yang lebih dulu melaporkan LPJ kepada dinas, saya juga aktif mengawasi jalannya proyek ini, mulai dari penyediaan material dan tukang. Terkait adanya dugaan korupsi itu menurut saya keliru, saya tidak merasa berbuat korupsi," kata Mudakir saat ditemui Beritasatu.com, di rumah Wasnah, salah satu penerima bantuan rehabilitasi RTLH.

Baca Juga · Seputar Bregas
Rumah Ambruk di Surokidul Tegal, Anak 7 Tahun Meninggal Dunia

Sebelumnya, Susianti bersama adiknya, keduanya sama-sama mendapat bantuan rehabilitasi RTLH, menyebut adanya dugaan korupsi dalam pelaksanaan rehabilitasi RTLH.

"Anggaran untuk bayar tukang 5 juta rupiah, kalau satu pasang tukang dan kernet Rp 250.000, ada dua pasang jadi sehari untuk bayar tukang dan kernet Rp 500.000, pengerjaan cuma delapan hari jadi totalnya untuk bayar tukang cuma 4 juta rupiah, selisihnya kemana? saya minta tolong kepada tukang untuk menyelesaikan plesteran saja tidak diberi, alasannya waktunya sudah habis, kalau mau dilanjut bayar sendiri," kata Susianti bersama adiknya saat ditemui di rumahnya, Minggu (18/8/2024) malam.
***

Tags:
#kota tegal#rtlh
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…