SuaraPantura.com - Pekan Kebudayaan Daerah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya lomba Wayang Gagrak Tegal, yang berlangsung di Taman Rakyat Slawi, pada Rabu 9 September 2024.
Peserta dalam pentas Wayang Gagrak Tegal yakni pelajar tingkat SMP yang mewakili sekolah masing-masing melalui Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) di Kabupaten Tegal.
Salah satu peserta yaitu dari SMP Negeri 3 Adiwerna mementaskan Wayang Gagrak Tegal mengambil lakon Asal Usul Desa Babakan, yang dipentaskan oleh 7 siswi dengan tampilan memukau.
Menurut Guru SMP Negeri 3 Adiwerna selaku pembimbing, Hartati, S.Pd mengatakan, pementasan kali ini mengisahkan legenda salah satu desa di Kabupaten Tegal dengan dikemas melalui Wayang Gagrak Tegal yang diselingi komedi.
"Jadi ini cerita Desa Babakan yang ada di Kabupaten Tegal, unsur sejarahnya ditampilkan. Proses latihan memang singkat hanya 4 hari, tapi kami optimis meskipun nanti kita lihat hasilnya seperti apa, semoga dapat tiga besar," ujarnya.
Hartati berharap dengan adanya kegiatan ini, bisa menumbuhkan semangat nilai-nilai luhur bagi generasi muda, karena banyak pesan yang disampaikan dalam pementasan seni budaya.
"Untuk generasi muda khususnya SMP Negeri 3 Adiwerna, mari cintailah budaya kita, Budaya Jawa khususnya Budaya Tegal, karena banyak cerita-cerita yang mengandung unsur pendidikan," jelasnya.
Selain itu, Hartati memberikan apresiasi kepada penyelenggara lomba Wayang Gagrak Tegal yang sudah menyiapkan segala sesuatunya, sehingga acara bisa berjalan dengan lancar.
"Ini luar biasa penyelenggaranya, alat-alatnya sudah disiapkan semua, dan fasilitas peserta juga terpenuhi," ungkap Hartati.
Sementara itu, siswi SMP Negeri 3 Adiwerna peserta Wayang Gagrak Tegal, Raya dan Ais menuturkan ketika hendak pentas merasa gugup, meskipun akhirnya bisa tampil dengan baik.
"Awalnya ada perasaan gugup, tapi kami beranikan ternyata setelah bermain total jadi merasa plong, terus seru juga, yang pasti latihan kita ngga sia-sia," tutur Raya dan Ais.
Mereka berharap dan optimis bisa menjadi juara, karena ada kolaborasi antara pewayangan dan komedi teater.
"Harapannya bisa mengangkat nama sekolah," tandasnya.***