SuaraPantura.com - Kisah pilu dialami Anisa Maharani, seorang siswi tidak mampu yang diminta mundur dari sekolahnya yakni di SMP N 1 Wanasari Brebes.
Pasalnya, Anisa dianggap jarang masuk sekolah padahal dirinya sibuk membantu mengurus adiknya yang tengah sakit dan menderita gizi buruk.
Sontak kejadian ini pun mengetuk nurani banyak orang, tak terkecuali Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono.
Tidak perlu menunggu lama, Dedy Yon Supriyono pun langsung mengantar anak bernama Anisa Maharani untuk mendaftar di SMP 17 Kota Tegal.
Walikota Tegal mengaku berempati dan siap menguruskan proses kependudukan Anisa Maharani dan keluarga agar menjadi warga Kota Tegal.
Nantinya Anisa Maharani dan keluarga juga akan diberikan tempat tinggal di Rumah Susun Kota Tegal, sementara sang adik yang tengah sakit akan mendapatkan perawatan kesehatan secara intensif dan gratis dari Pemerintah Kota Tegal.
" Sudah Saya perintahkan Disdukcapil dan Pak Camat agar bisa ber-KTP Kota Tegal. Termasuk jika berkenan kami siapkan rumah susun," Ungkap Dedy.
Sementara Kepala Disdikbud Kota Tegal Ismail Fahmi mengatakan di sekolah barunya nanti, Anisa harua mengulang di kelas 7 karena di sekolah lamanya Anisa dianggap tidak naik kelas.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang siswi SMPN 1 Wanasari Brebes terpaksa harus putus sekolah karena diminta mengundurkan diri oleh pihak sekolah.
Anisa Maharani jarang berangkat sekolah karena harus menjaga adiknya yang sedang sakit dan terkena gizi buruk.
Selain itu Anisa Maharani juga mengaku tidak memiliki uang untuk transportasi dari rumahnya ke sekolah yang lumayan jauh.
Dengan kondisi seperti itu Anisa akhirnya memutuskan untuk membantu sang ayah ngamen keliling kampung untuk mendapatkan uang.
***