Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Air Masjid Keruh dan Bau Besi, Warga Siapkan Aksi Protes ke PT Adonia Footwear Indonesia Kabupaten Tegal

Tim Suara Pantura 01•
Seputar Bregas

SuaraPantura.com - Warga desa Lebaksiu Lor Kabupaten Tegal mengeluhkan kondisi air Masjid Cordoba yang keruh dan cenderung mengeluarkan aroma besi yang menyengat.

Masjid tersebut berada sekitar 15 meter dari pembangunan pabrik PT Adonia Footwear Indonesia( AFI) di Lebaksiu Kabupaten Tegal.

Kondisi ini ditengarai merupakan akibat dari pembangunan PT AFI, karena sebelum pembangunan pabrik di lokasi dekat masjid tersebut kondisi air cenderung masih jernih.

Pembangunan Pabrik PT AFI ini juga diduga belum mengantongi ijin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Hal ini disampaikan oleh imam masjid Cordoba, M. Husen. Menurutnya, sebelum ada bangunan PT AFI kondisi kondisi air di masjid tersebut sangat jernih, baik saat musim hujan maupun kemarau.

Namun saat ada pembangunan PT AFI di dekat masjid tersebut air di dalam masjid Cordoba itu menjadi keruh dan mengeluarkan bau besi yang menyengat.

Baca Juga · Seputar Bregas
Rumah Ambruk di Surokidul Tegal, Anak 7 Tahun Meninggal Dunia

"Tadinya jernih, semenjak ada pembangunan PT AFI, air di masjid kami menjadi keruh dan mengeluarkan bau besi yang menyengat," ungkap M. Husen.

Husein mencurigai bahwa kondisi keruh dan baunya air yang ada di masjid Cordoba ini merupakan dampak dari pembangunan PT AFI di dekat lokasi masjid.

Sebab hingga saat ini pun menurutnya pembangunan PT AFI tersebut belum mengantongi dokumen AMDAL.

"Kami curiga ini dampak dari pembangunan, sebab sepengetahuan Saya PT AFI juga belum mengantongi dokumen AMDAL namun sudah nekat membangun disana," terang Husen.

Selain air masjid, beberapa air di rumah warga sekitar pun menurutnya kini kondisinya sama yakni keruh dan bau.

Pemkab Tegal dan Kemendagri Genjot Enam Inovasi Sosial Desa
Baca Juga · Seputar Bregas
Pemkab Tegal dan Kemendagri Genjot Enam Inovasi Sosial Desa

Warga harus membeli air untuk minum karena air tanahnya kini sudah tidak layak konsumsi.

"Beberapa sumur di rumah warga mengalami hal yang sama, sekarang warga harus beli air untuk konsumsi karena air sumurnya sudah tidak layak konsumsi lagi," tegasnya.

Husen bersama beberapa warga lainnya sudah memberikan pengaduan atau laporan ke pihak perusahaan PT AFI berkaitan dengan kondisi tersebut.

Namun hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan respon dari perusahaan tersebut.

" Kami beserta warga lain sudah beberapa kali menyampaikan laporan ke pihak perusahaan namun sampai sekarang tidak ditanggapi," ucap Husen.

Raih 91,94 Persen, Bapenda Tegal Kejar Piutang Tanah Bengkok demi Target PBB-P2 100 Persen
Baca Juga · Seputar Bregas
Raih 91,94 Persen, Bapenda Tegal Kejar Piutang Tanah Bengkok demi Target PBB-P2 100 Persen

Husen warga lainnya pun saat ini tengah mempersiapkan aksi protes karena usulannya itu tidak ditanggapi.

Ia berharap dengan aksi protes yang nanti akan ia gelar tersebut mampu mewujudkan keadilan bagi masyarakat.

"Ya kita mau protes karena usulan kita diabaikan," tegasnya.

Sementara salah satu sumber kami yang sudah mendatangi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng membenarkan jika AMDAL PT AFI belum ada.

"Benar amdalnya belum ada, Saya sudah tanya langsung ke petugas DLHK Jateng memang belum ada AMDAL-nya, malah diauruh berhenti dulu pekerjaan namun tetep bandel," ucap narasumber kami yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT adonia footwear Indonesia (AFI) belum mengeluarkan pernyataan resmi berkaitan dengan persoalan tersebut.***

Tags:
#lebaksiu#pt adonia footwear indonesia#kabupaten tegal#pt afi
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…