SuaraPantura.com - Kota Tegal, Pengamat sosial sekaligus ketua lembaga kajian Mr. Besar Institute, Fauzan Jamal, S.Ag. mengkritisi keras langkah pemerintah Kota Tegal yang pada tahun anggaran 2021 mengalokasikan dana sekitar 30 Milyar untuk Penerangan Jalan Umum.
Menurutnya yang paling urgen hari ini adalah persoalan banjir di Kota Tegal.
"Anggaran PJU sekitar 30 Milyar yang dipecah paket proyek menjadi Penunjukan Langsung ini Saya nilai kurang tepat, persoalan urgen disini itu Banjir, bukan penerangan jalan yang berlebihan." Ujar Fauzan.
Dia menambahkan hari ini saat curah hujan tinggi, masyarakat mengeluh banjir. Hal ini terjadi hampir setiap datang musim hujan dan selalu berulang tidak pernah bisa diselesaikan oleh Pemerintah.
" Sekarang datang musim hujan, masyarakat dikepung banjir. Tahun sebelumnya juga sama, seharusnya Pemerintah belajar bukan mengulang kesalahan." Tambahnya.
Saat ini Ketua lembaga Mr. Besar Institute tengah mengkaji berbagai persoalan di Tegal sebagai bentuk gerakan penyeimbang. Ia menilai parlemen belum bisa menjadi mitra kritis Eksekutif sehingga perlu di suport parlemen jalanan.
"Kami tengah mengkaji dan merumuskan solusi persoalan masyarakat, karena Parlemen kita hari ini belum mampu menjadi mitra kritis Eksekutif, saatnyalah kita hadir sebagai parlemen jalanan untuk penyeimbang." Ujarnya.
***