SuaraPantura.com - Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Menutup akses jalan di sekitar Alun-Alun mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kota Tegal Fraksi PDI Perjuangan Edy Suripno.
Edy Suripno mengatakan bahwa penutupan akses publik di Alun-Alun Kota Tegal tidak selaras dengan pemerintah pusat.
"Maka ketika kebijakan penutupan akses Alun-Alun tidak diubah, justru tidak selaras dengan program Pemerintah Pusat," kata pria yang akrab disapa Uyip ini, Selasa 30 November 2021.
Menurut pria kelahiran Maret 1978 ini, harusnya Pemkot Tegal lebih membuka ruang untuk aktivitas ekonomi kerakyatan.
Kebijakan menutup akses jalan tersebut menurut Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal ini banyak dikeluhkan oleh pedagang dan warga yang aksesnya terhambat sehingga berimbas pada menurunnya pendapatan.
"Aktivitas sehari-hari terhambat karena penutupan itu. Puncaknya, warga melakukan aksi protes dengan mencabut penghalang di trotoar yang videonya viral," beber Uyip.
Uyip menegaskan Pemkot Tegal harus merespon keinginan masyarakat. Melalui insiden viralnya video penutupan jalan oleh masyarakat adalah gambaran kebijakan yang dinilai tidak pro dengan rakyat.
"Fraksi PDI Perjuangan meminta agar kebijakan penutupan akses itu ditinjau kembali dan Pemkot Tegal harus serius untuk menghidupkan sektor ekonomi," tegasnya.
Sebelumnya viral di jagat maya sebuah video beberapa warga membongkar penutup akses sekitar Alun-alun Kota Tegal.***