SuaraPantura.com - Badai protes datang silih berganti atas pemasangan portal di Alun-alun Kota Tegal. Mulai dari pencabutan besi oleh warga, hingga warga menggelar doa bersama untuk menolak kebijakan pemortalan warga di sekitar Alun-alun Kota Tegal. Diketahui, nilai pengadaan portal Alun-alun tersebut senilai sekitar 164 Juta.
Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono menjelaskan bahwa penutupan dengan portal jalan akses Alun-alun Kota Tegal pada pukul 18.00-00.00 WIB adalah upaya pembatasan lalu lalang kendaraan.
Sebab kata Walikota, setelah revitalisasi Alun-alun kawasan tersebut menjadi ruang publik yang selalu ramai dan padat kendaraan di malam hari. Ia juga memprediksi kawasan tersebut bakal dipadati pengunjung bahkan saat pandemi meredup.
"Kami harapkan masyarakat bisa memahami bahwa di kawasan Alun-alun itu ruang publik. Nanti setiap malam itu hanya untuk pejalan kaki," kata Dedy Yon, kepada wartawan usai menghadiri acara di Kantor Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Rabu (8/12/2021).
Dedy Yon menjelaskan pemerintah juga sudah menyiapkan kantong kantong parkir yang memadai di sekitar kawasan itu.
***