Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Setelah Peleman, Ini Tempat Lain yang Banyak Dikeluhkan Warga, Pemerintah Apa Kabar?

Desky Danuaji•
Seputar Bregas

SuaraPantura.com - Baru-baru ini Eks Lokalisasi Peleman kembali Viral usai tewasnya seorang wanita muda yang diketahui tewas saat tengah melayani tamu prianya.

Wanita muda itu tewas di tangan seorang Pria asal Brebes. Wanita itu dicekik lantaran dianggap tak memberikan service dengan baik.

"Autopsi sudah kita lakukan dengan hasil korban meninggal, akibat dicekik."ungkap Wakapolres Tegalkab, Kompol Didi Dewantara.

Kejadian tewasnya seorang wanita muda itu seolah membuka tabir fakta, bahwa lokasi eks lokalisasi Peleman ternyata tidak sepenuhnya tutup. Bahkan masih terjadi praktik-praktik transaksi persetubuhan haram di lokasi itu.

Hal ini ditegaskan sendiri oleh Kepala Desa setempat. Kades Sidaharja, Sumaryo mengakui kendati sudah ditutup oleh Pemkab Tegal pada 2017, namun praktik prostitusi masih tetap jalan.

Baca Juga · Seputar Bregas
Rumah Ambruk di Surokidul Tegal, Anak 7 Tahun Meninggal Dunia

''Orang bilang nyolong-nyolong lah. Bagaimana pun diakui atau praktik prostitusi masih ada, karena memang kenyataannya demikian,'' katanya dalam diskusi ngopi kemisan Kamis, 27 Januari 2022.

Ternyata selain Peleman, ada tempat lain yang disinyalir juga melakukan praktik-praktik yang sama di tempat itu.

Hal ini dikeluhkan oleh Warganet Kabupaten Tegal melalui media sosial facebook grup warga Info Seputar Tegal.

Akun facebook atasnama Ahmad Mu**** menuliskan keresahannya.

Pemkab Tegal dan Kemendagri Genjot Enam Inovasi Sosial Desa
Baca Juga · Seputar Bregas
Pemkab Tegal dan Kemendagri Genjot Enam Inovasi Sosial Desa

Menurutnya, tepat di dekat pusat kota Slawi marak warung remang-remang yang disinyalir melakukan praktek-praktek negatif dan minuman keras.

Ia bahkan mempertanyakan dinas terkait yang dianggapnya tidak berani menutup tempat tersebut.

" Warung remang2 nang jalingkos slawi, tepate prapatan lampu merah pasar hewan curug gal dina rame terus, yen liwat mono yaa suara full musik lanang wadon pada njoget karokean trus mambune ciu, dinas terkait ora wani nutup yaa,," tulisnya.

Postingan ini pun mendapatkan komentar beragam dari warganet.

Raih 91,94 Persen, Bapenda Tegal Kejar Piutang Tanah Bengkok demi Target PBB-P2 100 Persen
Baca Juga · Seputar Bregas
Raih 91,94 Persen, Bapenda Tegal Kejar Piutang Tanah Bengkok demi Target PBB-P2 100 Persen

" Bener di Brantas tempat2 Kya kue.
Sing maksiat kae,sing mendem kae,sing wik2 kae,sing olih dosa ya kae.
Krn mkasiat gwe murkane alam semesta,Yen di wein bencana sing plonga plongo ya Melu kena imbase,kan melasi (Benar diberantas tempat-tempat itu. Yang maksiat mereka, yang mabuk mereka, yang zinah mereka, yang dapat dosa ya mereka. Karena maksiat membuat murka alam semesta. Kalau diberi bencana yang kena imbasnya semua) " komentar akun atasnama Gilb*** dalam dialek Tegal.

Salah satu akun bahkan membandingkan pemerintah sekarang dengan masa kepemimpinan Ki Rnthus Susmono.

" Pemerintahan saiki ayem ya ,,, ora kaya waktu pa almarhum enthus . (Pemerintah sekarang tenang-tenang saja ya, tidak seperti saat pemerintahan Almarhum Rnthus)" tulis akun atasnama Nyong we*.

Hingga Jum'at 38 Januari 2022 postingan ini sudah dikomentari sebanyak 274 Komentar dan disukai 342 orang.
***

Tags:
#pemerintah#kabupaten tegal#facebook#lokalisasi
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…