SuaraPantura.com - Desa Wadas, Purworejo Jawa Tengah baru-baru ini hangat diperbincangkan karena munculnya dugaan represif aparat saat mengawal pengukuran tanah di daerah tersebut.
Suasana mencekam dialami warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo Jawa Tengah.
Mereka yang melakukan penolakan terhadap penambangan batu karena mengancam mata air di Desa tersebut kini harus berhadapan dengan ribuan aparat.
Video ribuan polisi yang dikerahkan ke Desa Wadas dan dugaan represif disana pun memunculkan reaksi masyarakat.
Salah satunya para seniman dan pegiat literasi yang tergabung di dalam wadah Saung Literasi Losari.
Mereka mengecam keras tindakan represif dan penangkapan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap warga Desa Wadas.
Hal ini disampaikan oleh inspirator Saung Literasi Losari, Jabo Merdeka.
Ia menilai aparat keamanan telah melakukan tindakan represif atas penangkapan warga Desa Wadas dan para Aktivis kemanusiaan.
" Mengecam keras tindakan represif aparat keamanan dan penangkapan terhadap warga Desa Wadas" ungkapnya.
Melalui Saung Literasi Losari, Jabo Merdeka pun melayangkan pernyataan sikap.
"Kami bersama Kawan-kawan di Saung Literasi Losari Menyatakan Sikap" terangnya.
Adapun isi pernyataan sikap dari Saung Literasi Losari adalah sebagai berikut :
1. Menuntut Pemerintah untuk menghentikan proyek pembangunan bendungan di Desa tersebut karena bertentangan dengan Konstitusi dan kelestarian ekosistem.
2. Mengutuk segala bentuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan.
3. Meminta Polri untuk mundur dan menghentikan kekerasan.
4. Mengajak elemen sipil untuk bersatu membangun solidaritas untuk Warga desa Wadas yang sedang memperjuangkan hak hidupnya dan tengah didzalimi kekuasaan yang represif.
***