SuaraPantura.com - Berdasarkkan Inmendagri No. 9 Tahun 2022, Kota Tegal saat ini berada pada PPKM level 3.
Tinginya kasus Covid 19 yang terkonfirmasi menjadikan Kota Tegal berada pada PPKM level 3, satu-satunya di provinsi Jawa Tengah.
PPKM level 3 Kota Tegal sendiri diberlakukan mulai Selasa 8 Februari 2022 hingga Senin 14 Februari 2022.
Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Tegal Tengku Rizki Aljupri mengatakan prihatin dengan Kota Tegal yang berada pada PPKM Level 3.
"Tentu kita prihatin saat ini Kota Tegal menjadi satu-satunya daerah di Jawa Tengah yang menerapkan PPKM level 3," Ucap Rizki Aljupri melalui pesan WhatsApp, Jumat 11 Februari 2022.
Menurut Wakil Bendahara Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini, PPKM level 3 di Kota Tegal dapat menjadi PR (Pekerjaan Rumah) dan momentum bagi Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menggiatkan vaksin lebih gencar lagi.
Ia menambahkan pemkot juga harus menegakan protokol kesehatan di tengah masyarakat.
"Tentu penegakan prokes ini harus dilakukan dengan pendekatan dan cara yang humanis," ucapnya.
Fraksi PAN DPRD Kota Tegal mendukung segala upaya Pemerintah Kota Tegal dalam menanggulangi penyebaran virus Covid 19 khususnya varian Omicron.
"Kami dari Fraksi PAN mendukung segala upaya pemkot menanggulangi Covid, namun kami tidak menginginkan adanya pemadaman lampu PJU selama penerapan PPKM," tegas Rizki.
Menurutnya pemadaman lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) sangat berbahaya bagi masyarakat dan pengguna jalan.
Rizki Aljupri juga mengatakan tidak menyetujui adanya penutupan akses jalan terutama ke arah Alun-Alun Kota Tegal dan Taman Pancasila.
"Kalau Alun-Alun dan Taman Pancasila ditutup tidak apa-apa untuk mencegah kerumunan dan keramaian, tapi jangan sampai penutupan akses jalan ini mengganggu kenyamanan masyarakat," tutupnya.
PPKM level 3 di Kota Tegal.resmi diberlakukan ditandai dengan apel gabungan unsur 3 pilar di jalan Pancasila pada Kamis 10 Februari 2022.
Diketahui dari website Corona Kota Tegal, hingga Jumat 11 Februari 2022 total yang terkonfirmasi positif Covid 19 berjumlah 433 orang.
Dari total 433 orang tersebut, 11 orang dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal dunia.***