Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Menangkal Peredaran Produk Palsu, Dewi Aryani Giatkan Edukasi Keamanan Pangan

Dedy Agustyan•
Seputar Bregas

SuaraPantura.com - BBPOM Semarang bersama dengan Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani menyelenggarakan Kegiatan Informasi, Komunikasi dan Edukasi (KIE) tentang Keamanan Pangan pada Kamis, 3 Maret 2022 di Desa Songgom Lor, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.

Kepala BBPOM Semarang Dra. Sandra M.P Linthin, Apt., M.Kes yang didapuk menjadi narasumber, menjelaskan tentang keamanan pangan dengan bertujuan agar masyarakat menjadi konsumen Cerdas dalam membeli produk Obat dan Makanan.

"Kita upayakan dengan cara sosialisasi - sosialisasi sehingga bisa memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat bagaimana bisa menjadi masyarakat atau konsumen yang cerdas, baik dalam mengonsumsi obat-obatan dan makanan, kosmetik, dan suplemen kesehatan," kata Sandra.

Pengawasan, lanjutnya, juga dilakukan di tempat-tempat dan di sarana yang menjual, memperdagangkan, atau memproduksi obat-obatan, kosmetik, dan jamu.

Baca Juga · Seputar Bregas
Rumah Ambruk di Surokidul Tegal, Anak 7 Tahun Meninggal Dunia

"Tentunya yang kita awasi bahwa peredaran ini harus tetap dijamin keamanan, mutu dan khasiatnya," ucapnya.

Dari hasil pengawasan BBPOM Semarang, menurutnya, di wilayah Jawa Tengah masih ditemukan produk yang mengandung bahan kimia berbahaya.

"Kemarin, teman-teman kami mendapati produk jamu yang ditambahkan BKO, misalnya di kecamatan Bumiayu. Tapi kami melakukan pembinaan, jadi produknya dimusnahkan kurang lebih ada 1700 pcs, botolan maupun yang bentuk dus," ungkapnya.

Pemkab Tegal dan Kemendagri Genjot Enam Inovasi Sosial Desa
Baca Juga · Seputar Bregas
Pemkab Tegal dan Kemendagri Genjot Enam Inovasi Sosial Desa

Kemudian, imbuhnya, kemarin di Kabupaten Brebes, salah satu toko online kosmetik juga sudah dilakukan penindakan.

"Sementara disegel produknya, besok mungkin kami akan gelar kasus dikantor. Apakah produk ini sudah memiliki dua alat bukti. Minimal dua alat bukti untuk kami ajukan ke ranah hukum," jelasnya.

Kalau obat-obatan, Sandra mengaku, untuk sementara obat belum didapatkan yang di Brebes. Namun, secara umum di Jawa Tengah sudah banyak.

Raih 91,94 Persen, Bapenda Tegal Kejar Piutang Tanah Bengkok demi Target PBB-P2 100 Persen
Baca Juga · Seputar Bregas
Raih 91,94 Persen, Bapenda Tegal Kejar Piutang Tanah Bengkok demi Target PBB-P2 100 Persen

"Misalnya yang ditangkap Polisi sudah banyak, dan biasanya kami dijadikan saksi ahli ketika polisi menangkap produk-produk, atau obat-obat yang disebut obat keras. Artinya obat-obat yang disalahgunakan, karena efeknya seperti narkoba," pungkasnya.

Sementara itu, Dewi Aryani meminta kepada pihak yang berwenang untuk memantau toko-toko obat dan apotik secara berkala. Karena, pihaknya mengaku sering mendapat laporan.

"Kemasannya sama, isinya sama tapi ternyata palsu. Nah ini yang perlu dihindari, karena Brebes ini menjadi kabupaten lintasan antar provinsi, jadi rawan," tuturnya.

Dewi Aryani memastikan, yang dari arah Jawa Barat, maupun dari arah DKI (Jakarta) itu melewati jalur Brebes. Baik wilayah pantura maupun wilayah selatan.

"Maka, Brebes harus meningkatkan kewaspadaan, keamanan, ketertiban dan melibatkan semua pihak," pungkasnya.***

Tags:
#semarang#brebes#bbpom#dewi aryani
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…