SuaraPantura.com - Masyarakat Brebes terutama Warga Kompleks Sokawera RT 03/02 Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Brebes dihebohkan dengan kasus seorang ibu muda yang menggorok ketiga anaknya hingga satu diantaranya tewas.
Ibu muda yang menggorok anaknya diketahui bernama Kanti Utami (35).
Ia merupakan Warga Kompleks Sokawera RT 03/02 Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Brebes.
Berikut Fakta-fakta terkait Ibu muda di Brebes tersebut yang tega menggorok ketiga anaknya:
1. Ketiga Anaknya Digorok dengan Pisau
Dari informasi yang dihimpun, pelaku yang merupakan ibu kandung dari ketiga korban menggorok anaknya dengan pisau.
Satu anak tewas ditempat dengan leher nyaris putus, dan dua lainnya berhasil diselamatkan namun penuh luka sayatan.
2. Alasannya Ingin Menyelamatkan Anaknya
Dalam Video yang sempat beredar, Pelaku memberikan pengakuan bahwa dirinya berupaya membunuh ketiga anaknya dengan alasan ingin menyelamatkan anaknya dari kesusahan.
Pelaku mengaku anaknya tak ingin srperti dirinya yang mengalami kesusahan selama puluhan tahun.
"Sebelum saya mati saya ingin menyelamatkan anak-anak biar ga dibentak-bentak. Mendingan mati aja biar ga perlu ngerasain sedih. Harus mati biar ga sakit," ungkap pelaku.
3. Pelaku Adalah Ibu Muda yang Berprofesi Sebagai Perias Pengantin
Kanti Utami, pelaku prnggorokan ketiga anaknya tersebut ternyata berprofesi sebagai perias pengantin.
Dirinya aktif mrmpromosikan usahanya melalui akun media sosial facebook.
Akun usahanya tersebut bernama Kanti Utami MUA.
Pada beranda facebooknya pun tampak aktifitas Kanti Utami dengan para pelanggan yang mrnggunakan jasa make up pengantinnya.
4. Bosan Menderita, Ingin Disayang Suami
Dalam video pengakuan pelaku yang sempat viral tersebar, Kanti Utami mengaku bosan hidup susah dan ingin disayang oleh suami.
Suami Kanti Utami sendiri menurut informasi tengah bekerja di Jakarta.
Kanti Utami mengaku sedih dan bingung, apalagi jika nanti kontrak kerja suaminya habis.
Kanti mengaku tak ingin anaknya bernasib buruk seperti dirinya.
5. Mengaku Tak Gila
Kanti mengaku, selama ini kurang mendapatkan kasih sayang dari suami. Dengan ekonomi pas-pasan, ia merasa sudah tidak sanggup lagi menanggung beban. Terlebih suaminya juga menganggur.
"Saya ini enggak gila. Pengin disayang sama suami, suami saya sering nganggur. Saya enggak sanggup lagi kalau (suami) kontraknya habis terus nganggur lagi," akunya.
***