Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Demo di Kota Tegal Hari ini, Begini Tuntutan Massa 'Gerakan Tegal Bersatu'

Tim Suara Pantura 02•
Seputar Bregas

SuaraPantura.com - Aksi demo di Kota Tegal hari ini Rabu 23 Maret 2022 berlangsung di depan Kantor Wali Kota Tegal.

Massa demo di Kota Tegal hari ini sebagian besar merupakan Pedagang Kaki Lima (PKL), juga ada unsur masyarakat, mahasiswa, serta pemilik toko yang tergabung dalam Gerakan Tegal Bersatu. 

Demo di Kota Tegal hari ini yang semula berjalan damai sempat diwarnai kericuhan saling dorong antara massa aksi dan Satpol PP, namun dapat diredam oleh petugas.

Sugiyanto Kepala Dinas PUPR Kota Tegal yang menemui demonstran mengatakan akan menyampaikan tuntutan kepada Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono yang saat itu sedang berada di luar kota.

Raih 91,94 Persen, Bapenda Tegal Kejar Piutang Tanah Bengkok demi Target PBB-P2 100 Persen
Baca Juga · Seputar Bregas
Raih 91,94 Persen, Bapenda Tegal Kejar Piutang Tanah Bengkok demi Target PBB-P2 100 Persen

Dilansir Suarapantura.com dari KABAR TEGAL pada artikel berjudul "Pedagang Kaki Lima Demo di Depan Kantor Walikota Tegal Sambil Bawa Keranda Tuntut Pembongkaran Portal", Sekitar 500 massa dari pedagang kaki lima yang tergabung dalam "Gerakan Tegal Bersatu" Gerakan Masyarakat Kota Tegal Korban Kebijakan Walikota Dedy Yon" menggelar unjuk rasa di depan Kantor Walikota Tegal di Kawasan Alun Alun.

Sambil membawa keranda berisi 'mayat' sebagai simbol matinya demokrasi, mereka menyerukan kemerdekaan dalam mencari nafkah.

Para PKL dari kawasan Alun - Alun Kota Tegal, Jalan Pancasila dan Jalan Ahmad Yani Kota Tegal menuntut pencabutan kebijakan Walikota tentang penutupan portal dan penggusuran pedagang.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Tegal, Wali Kota Ajak Pemuda Patriotik dan Berempati
Baca Juga · Seputar Bregas
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Tegal, Wali Kota Ajak Pemuda Patriotik dan Berempati

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono rupanya tidak berada dan di tempat dan informasinya ia saat ini berada di luar kota.

Dalam orasinya, Ketua LSM Abang Tidar Ery Sujono mempertanyakan landasan hukum terkait penutupan portal alun-alun dan menyatakan kebijakan yang diambil Walikota Tegal dinilai ngawur.

"Kebijakan kebijakan Walikota selama ini ngawur. Pembangunan seharusnya mensejahterakan rakyat bukan malah menyusahkan. Menggusur pedagang kaki lima, menutup jalan dengan portal justru mematikan ekonomi," ungkap Ery saat orasi.

Panen Padi di Pagerbarang Tegal Tembus 12 Ton per Hektare Lewat Metode PM-AAS
Baca Juga · Seputar Bregas
Panen Padi di Pagerbarang Tegal Tembus 12 Ton per Hektare Lewat Metode PM-AAS

Tak hanya Ery, orator lainnya yaitu Miftahudin Kopral juga mempertanyakan landasan hukum apa yang mendasari penutupan portal di Alun Alun Kota Tegal saat perwakilan dari Pemerintah Kota Tegal keluar untuk audiensi.

"Apakah pemasangan portal tersebut ada dasar hukumnya atau tidak agar seluruh masyarakat Kota Tegal tahu," kata Miftahudin.

Dijawab oleh PLT Ketua Dishub Kota Tegal Sugiyanto, saat ini penutupan portal hanya berlaku 2 hari.

"Terima kasih bapak ibu dan sodara. Saya informasikan untuk saat ini penutupan portal hanya dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu. Terkait dengan dasar hukum saya komunikasikan dengan Pemkot." tutup Sugiyanto.

Rupanya jawaban Sugiyanto kurang memuaskan peserta unjuk rasa, mereka menyatakan akan kembali berdemo besok Kamis 24 Maret dengan membawa lebih banyak massa. *** (KabarTegal/Lazarus Sandy Wella)

Tags:
#demo#pkl#kota tegal#pedagang kaki lima#hari ini#gerakan tegal bersatu
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…