SuaraPantura.com – Seorang warga bernama Sri Herti (60) warga RT.02 RW.02 Kelurahan Procot Kabupaten Tegal dikabarkan hilang di Sungai Gung akibat tenggelam.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu Malam, 23 Maret 2022 lalu sekitar jam 20.00 WIB.
Toto (39) salah satu warga menuturkan jika korban terakhir kali terlihat malam-malam sekitar jam 20.00 WIB berjalan kaki menuju sungai, tidak lama kemudian terdengar suara seperti benda jatuh kedalam sungai.
Kerasnya suara membuat warga yang mendengar suara tersebut langsung memburu ke lokasi sumber suara untuk mencari tahu dan setelah dicari sumber suara tidak ditemukan siapapun.
“Malam-malam korban terlihat berjalan kaki sendirian menuju sungai, padahal kondisi di lokasi itu gelap dan licin karena terdapat saluran air, kemudian korban tidak lama menghilang” ujarnya.
Kecurigaan muncul tatkala korban yang sebelum kejadian terlihat berjalan kaki sendirian menuju sungai, dan setelah dilakukan penyisiran lokasi ditemukan sandal milik korban tidak jauh dari bibir sungai, sehingga menguatkan dugaan kalau korban tenggelam.
Sementara dari pantauan tim suarapantura di lokasi kejadian, Tim SAR Gabungan dari BPBD, PMI, Galawi Rescue, KOKAM serta Polisi dan TNI dibantu warga melakukan penyisiran lokasi untuk mencari korban.
“Pencarian di mulai sejak semalam, hingga saat ini belum ditemukan” ungkap Darwanto (36) anggota BPBD Kabupaten Tegal.
Ramedhon (32) salah satu relawan PMI Kabupaten Tegal mengatakan kalau mendapatkan laporan terkait adanya warga yang tenggelam di sungai Gung, sehingga ia dan tim relawan terjun ke lokasi untuk ikut menyisir dan membantu pencarian korban.
Sementara di tempat terpisah, Kanit Babinkamtibmas Polsek Slawi Aiptu Dwi Putra mengatakan dugaan awal korban terpleset dan tenggelam. Menurutnya, belum diketahui penyebab pasti korban tercebur kedalam sungai dan tenggelam.
“Dugaan awal kepleset, tapi kami belum tahu pasti penyebabnya” ungkapnya.
Diketahui memang kondisi di sekitar lokasi kejadian, tepatnya aliran sungai Gung di kelurahan Procot kedalaman airnya cukup dalam akibat penambangan pasir warga, sehingga membentuk palung-palung sungai yang cukup dalam antara 2 hingga 3 meter.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan dibantu warga masih melakukan penyisiran lokasi untuk mencari korban.
Pencarian rencananya akan terus dilakukan hingga korban ditemukan.
***