SuaraPantura.com - Ramai diberitakan seorang warga bernama Sri Herti (60) warga RT.02 RW.02 Kelurahan Procot Kabupaten Tegal dikabarkan hilang di Sungai Gung akibat tenggelam.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu Malam, 23 Maret 2022 lalu sekitar jam 20.00 WIB.
Menurut penuturan saksi mata, korban terakhir kali terlihat berjalan tengah malam menuju sungai Gung, setelah itu korban tidak terlihat lagi hingga saat terdengar suara seperti benda jatuh kedalam air dan korban dikabarkan hilang.
H. Suwarno (67) tetangga korban mengatakan jika korban selama ini mengalami tekanan dalam dirinya, korban diketahui tinggal hanya berdua dengan Ibunya yang sakit-sakitan, korban juga sering sakit sakitan pula.
Ia mengatakan jika korban memang dekat dengan keluarganya dan sering bercerita tentang kehidupan pribadi kepadanya. Selain itu, korban juga dikenal aktif dalam kegiatan masyarakat.
“memang kondisi psikologisnya mungkin agak terbebani, korban itu sering sakit-sakitan dan tinggal bersama ibunya juga sering sakit, tapi yang saya seneng itu korban selalu aktif dalam kegiatan masyarakat, jadi kader kesehatan, kader PAUD, dia itu orang baik” ujarnya.
Ia yang juga merupakan ketua LAZIZMU Kabupaten Tegal, setelah mengetahui kejadian tersebut langsung berkordinasi menghubungi tim dari LAZIZMU, dan seketika itu juga langsung turun ke lokasi untuk turut membantu proses pencarian dan evakuasi korban bersama dengan warga dan relawan.
Ia mengatakan kalau dirinya merasa aneh dan janggal sebab sandal korban diketahui berada di pinggir sungai, dan sepertinya korban sudah melepas sandalnya terlebih dahulu sebelum kejadian tersebut.
Menurutnya, jika korban itu terpeleset, maka ia tidak sempat membuka sandalnya terlebih dahulu di pinggir sungai. Sehingga menimbulkan kecurigaan kalau seperti sudah dipersiapkan sebelumnya.
“yang jadi kebingungan saya, sandal korban itu ditemukan di darat”, ujarnya.
Sebelumnya Ia mengatakan kalau mengenal dekat korban, sebab selain kerana korban adalah tetangganya, menurutnya korban diketahui menikah dua kali, suami yang pertama meninggal dunia karena sakit dan suami yang kedua juga meninggal dunia.
“hidup sendirian, dua kali menikah suaminya semua meninggal” ujarnya.
Ia menceritakan kalau sebetulnya sungai Gung itu tidak terlalu dalam, setiap pagi juga kadang ada beberapa penambang pasir yang menyeberang melewati sungai ditempat kejadian tersebut, hanya memang di beberapa bagian ada yang dalam membentuk palung sungai.
“Jadi sebetulnya kalau orang nyebrang disitu juga gapapa, kadang ada BM pasir yang nyebrang juga biasa” ujarnya.
***