SuaraPantura.com - Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal Edy Suripno buka suara soal penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima) di Taman Pancasila oleh Satpol PP Kota Tegal.
Menurut Edy Suripno, seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal melakukan pendekatan khusus untuk menertibkan dan menata PKL.
"Apalagi saat ini angka kemiskinan Kota Tegal berdasarkan LKPJ tahun 2021 sedang ada kenaikan," kata pria yang akrab disapa Mas Uyip ini, Minggu 17 April 2022.
Mas Uyip mengatakan perlu ada kesadaran bersama untuk membangun pertumbuhan ekonomi dengan melibatkan partisipasi publik.
"Kota ini harus ditata dengan baik, ditata dengan pendekatan, dengan dialog, dan tidak ada lagi tangisan masyarakat yang sedang mengais ekonomi di Kota Tegal," ungkapnya.
Mas Uyip yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal ini menambahkan bahwa kemiskinan menyasar ekonomi bawah.
"Kalau kita bicara kemiskinan, sektor yang mendasar adalah ekonomi bawah atau ekonomi mikro. Dan mereka hanya bisa mengais dengan perdagangan mikro dengan usaha kecil seperti PKL," tambahnya.
Edy Suripno dengan tegas meminta Pemkot Tegal membenahi PKL dengan baik apalagi dalam situasi bulan suci Ramadhan.
"Lebih baik kebijakan kita mengarah pada berbagi senyum kebahagiaan di bulan Ramadhan. Sudahi tangis PKL, jangan sampai ada lagi PKL yang menangis," tutupnya.
Diketahui Satpol PP Kota Tegal melakukan penertiban PKL terjadi pada hari Sabtu 16 April 2022 sore di Taman Pancasila Kota Tegal.
Dalam video penertiban PKL yang diunggah oleh akun Facebook Edy Bongkar, nampak beberapa PKL terlibat adu mulut dengan Satpol PP yang bermaksud melakukan penertiban.
Warganet pun menghujani kolom komentar dengan mengecam tindakan Satpol PP Kota Tegal yang nekat melakukan penertiban pada bulan suci Ramadhan.***