SuaraPantura.com - Dr. Ir. Harris Turino, SH., MSi., MM, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan menyesalkan pengusiran para pedagang kaki lima yang sedang mengais rejeki di Taman Pancasila Kota Tegal.
Menurutnya Taman Pancasila Kota Tegal adalah milik rakyat, sihingga tak pantas kejafian pengusiran tersebut.
" Taman ini adalah milik rakyat dan sudah selayaknya rakyat kecil diberi kesempatan untuk ikut menikmati keberadaan Taman Pancasila, Ungkapnya.
Lebih lanjut, Harris Turino menyatakan akan segera berkoordinasi dengan anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Kota Tegal untuk menanyakan kebijakan Pemerintah Kota yang tidak berpihak pada rakyat kecil.
"Kita akan segera berkoordinasi dengan anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Kota Tegal untuk menanyakan kebijakan Pemerintah Kota yang tidak berpihak pada rakyat kecil" tegasnya.
Sebelumnya, Sabtu, 16 April 2022 Para PKL yang tak diberi tempat berjualan dan ingin memperoleh penghasilan dari menggelar dagangan di Taman Pancasila kembali ditertibkan Satpol PP.
Hal itu terlihat dari video yang dibagikan oleh salah satu koordinator PKL melalui akun facebook pribadinya 'Edy Bongkar'.
Ia mengaku miris dan mengatakan hanya di Kota Tegal ada warga yang berteriak 'Aku Pengin Mangan' (Aku ingin makan) karena terus terusan ditertibkan Satpol PP.
"Hanya dikota tegal masih ada warga yg teriak AKU PINGIN MANGAN (Aku ingin makan -red.) karena terus terusan ditertibkan satpol" tulis Edy Bongkar.
Menurutnya, Kasatpol dan pasukannya sukses memprovokasi para PKL yang menggelar dagangannya di Taman Pancasila Kota Tegal.
" Sepertinya kasatpol dan pasukanya sukses memprovokasi orang yg sedang menjalankan ibadah puasa sehingga mereka rakyat kecil harus berteriak terbawa emosi Pada saat ngabuburit Ketika menggelar daganganya di taman pancasila" tulis Edy.
Postingan ini pun kemudian mendapatkan simpatik dari banyak warganet.
Seperti yang disampaikan oleh akun atasnama Than Must Oedint. Ia menyampaikan bahwa ketidakadilan telah menjalar dan membandingkan PKL dengan persewaan scooter di Taman Pancasila Kota Tegal.
"Ketidak adilan menjalar di Kota ini, persewaan scoter yg menimbulkn kerumunan dibebaskan....
Ada apa dengan ini semua, klu mau bersihkan, ya bersihkn semua....." Tulisnya.
" Ramadhan, masih blm usai juga penderitaan PKL kota tegal" tulis warganet lain atasnama ferl* R**man.
" Sejatinya mereka hanya pengen mengais rejeki... Kenapa d persulit .. Coba seandainya mereka di posisinya...
Miris sekali " ungkap nitizen.
***