SuaraPantura.com - Seorang warga Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes memberi nama kedua anaknya dengan satu rangkaian kalimat yang unik.
Hal itu, diharapkan dengan nama anaknya yang mengandung arti positif, kedua anaknya bisa membuat dunia tersenyum dan bisa memuat semuanya membuat indah.
Fajar Setiawan dan Kartika yang merupakan warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan ini memberi nama anaknya yang pertama "Lalu Dunia Pun Tersenyum", yang kini menginjak usia 12 tahun dan duduk di kelas 6 SD.
Sedangkan, untuk anak keduanya, mereka memberinya nama "Dan Semuanya Menjadi Indah", yang kini menginjak usia 6 tahun.
"Harapan saya tentu sesuai dengan nama mereka, Lalu Dunia Pun Tersenyum Dan Semuanya Menjadi Indah," kata Fajar saat ditemui Wartawan, Kamis 21 Maret 2022.
Nama kedua anaknya itu sempat viral di jagat maya. Pasalnya, kedua anak perempuannya ini memiliki nama yang tak biasa atau unik. Bahkan, untuk kedua anaknya itu, digabungkan menjadi satu kalimat.
Setelah nama anaknya viral di jagat maya, Fajar pun menanggapinya dengan santai. Ia menyadari bahwa suatu saat nama anaknya menjadi perbincangan masyarakat. Fajar pun mengungkapkan alasan dirinya memberi nama yang unik untuk kedua anaknya.
"Nama adalah doa. Tapi banyak orang berdoa tanpa tahu artinya. Saya memberi nama anak saya seperti itu, ya itu doa saya," ungkapnya.
Sebagai anak dari seorang ulama, Fajar mengisahkan saat memberi nama anak pertamanya. Menurutnya, orangtuanya dan orang tua istrinya sempat memprotes keras. Bahkan sang ayah dari Fajar menyampaikan banyak dalil untuk memberi nama anaknya dengan nama yang wajar dan baik.
"Saya waktu itu jawab bahwa saya tidak bisa bahasa Arab. Jadi saya berdoa atau memberi nama anak saya dengan nama bahasa Indonesia. karena saya yakin Gusti Allah tahu bahasa Indonesia. Saya tidak mau kasih nama kearab araban tapi tapi tidak paham artinya," lanjut dia.
Terkait dengan keunikan mana anaknya, Fajar menyampaikan, awalnya sang anak malu memiliki nama yang unik. Namun lambat laun setelah namanya cepat dikenal, sang anak pun menerima dan enggan mengganti nama.
"Kalau bully membully itu lumrah yah. Saya sampaikan ke anak saya jangan takut dibully, yang penting kamu berbuat baik dan memberi manfaat kepada semua orang," pungkasnya.
***