SuaraPantura.com - Tingginya permintaan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon bersubsidi akan berpengaruh pada harga jual di tingkat pengecer. Pemerintah pun melarang agen dan pengecer gas melon bermain-main dengan harga penjualan.
Untuk mengatasi tingginya permintaan distribusi gas melon menjelang lebaran, Pemerintah Kabupaten Brebes tengah meminta tambahan kuota gas elpiji ukuran 3 Kg atau gas melon bersubsidi sebanyak delapan persen dari pasokan normal bulanan.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Brebes, Farikha mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti agar agen atau pangkalan dan pengecer tidak bermain harga penjualan gas elpiji 3kg. Pihaknya meminta agen atau pangkalan hingga pengecer menjual gas elpiji subsidi tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang tercantum dalam SK Gubernur 541/15/2015.
"Sesuai SK Gubernur, HET di tingkat agen Rp15.500 per tabung. Di tingkat pangkalan paling tinggi Rp16.000 per tabung. Sedangkan di tingkat pengecer Rp18.000 per tabung. Kami minta jima ada yang menjual melebihi HET SK Gubernur maka laporkan ke kami," ujarnya, Senin, 25 April 2022.
Tak hanya itu, Farikha juga mengaku telah berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk kepastian ketersediaan gas elpiji ukuran 3kg di Kabupaten Brebes. Pihaknya juga meminta tambahan kuota sebanyak delapan persen dari rata-rata pasokan normal sebanyak 1,4 juta tabung gas elpiji ukuran 3kg menjelang lebaran ini.
Sebelum bulan Ramadan ini, pihaknya telah mengirim surat kepada PT Pertamina untuk meminta tambahan kuota gas elpiji subsidi untuk memenuhi permintaan saat bulan Ramadan dan Lebaran.
"Kami minta tambahan delapan persen atau 112.000 tabung atau setara lebih dari dua kali alokasi harian sebanyak 46.7000 tabung. Ini untuk mengantisipasi tingginya permintaan saat lebaran," jelasnya.
Farikha mengungkapkan, pihaknya juga menyiapkan SPBU/SPBE kantong untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman gas elpiji bersubsidi maupun BBM, akibat dampak kemacetan arus lalu lintas saat mudik Lebaran. Pihaknya juga menyiapkan agen/pangkalan gas elpiji siaga untuk pendistribusian setiap saat.
"Kami juga minta SPBE agar beroperasi lebih awal sekitar pukul 06.00 pagi, untuk mengantisipasi antrean truk pengangkut gas elpiji subsidi di SPBE. Pihaknya juga meminta pendistribusian elpiji ke agen/pangkalan dilakukan lebih awal," ungkapnya.***