SuaraPantura.com - Banjir ROB menggenangi wilayah pesisir utara Kabupaten Tegal, dilaporkan air mulai naik pada minggu sore 22 Mei 2022 dan semakin meninggi pada senin 23 Mei 2022 ketinggian berkisar 10 hingga 70 cm. Hingga kini Selasa 24 Mei 2022 kondisi Air masih terpantau pasang surut.
Ketua RW 07 Kelurahan Dampyak Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, Bapak Basirun mengatakan air rob naik sudah 3 hari dan paling tinggi terjadi pada senin malam.
"Sudah tiga hari, tapi yang paling parah itu semalam" Jelasnya.
Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa tidak ada keluhan apapun, hanya sebatas rumah-rumah warga yang tidak bisa ditinggali karena kemasukan air.
"Alhamdulillah tidak ada yang sakit, cuma rumah saja yang kemasukan air pasang jadi tidak bisa digunakan untuk tinggal, tidur dan sebagainya" Ungkapnya
Beliau menambahkan kalau sementara korban yang terdampak ada sekitar 60 KK (kartu keluarga) yang terdiri dari RT 02, RT 04, RT 05 dan RT 06 di RW 07 dengan jumlah 235 orang.
"Yang terdampak sekitar 235 lebih orang, ada 60 KK dan mengungsi di masjid Al Ikhlas ini" Jelasnya.
Dikonfirmasi warga kelurahan Dampyak yang terdampak Banjir pasang air laut mengungsi di Masjid Al Ikhlas Perumahan Griya Bahari Sentosa. Jumlah Posko pengungsian sementara ini hanya ada satu. Dengan jumlah pengungsi dari warga RT 02 hingga RT 06 sebanyak 60 KK.
***