SuaraPantura.com- Sejumlah pengrajin vulkanisir ban desa Kabunan Kecamatan Dukuhwaru Tegal mengeluh dikarenakan, minimnya perhatian pemerintah daerah maupun pusat akan keberlangsungan usaha mereka.
Seperti yang dikatakan Junaedi (45), pengrajin yang sudah malang melintang di dunia usaha ban bekas.
Dimana para pengrajin kebanyakan membutuhkan uluran tangan pemerintah, dalam hal pemberian kridit permodalan lunak untuk mereka.
"Kita hanya butuh bantuan atau kridit modal usaha lunak, agar kita tetep bisa berjalan". Jelasnya.
Lebih lanjut Junaidi menuturkan, untuk pangsa pasar masih sangat terbuka sekali. Baik permintaan dari daerah maupun luar daerah.
" Peluang pasarnya masih sangat besar dan terus meningkat. Apalagi sekarang, banyak kerajinan yang berbahan ban, seperti pot bunga, meja kursi, tong sampah dan lainya". Tuturnya.
Ia menambahkan, dengan seabreg permintaan pasar, secara pribadi dirinya kualahan sehingga disiasati dengan cara kerjasama antar pengrajin.
"Untuk sementara kalau permintaan lagi tinggi, kita biasanya kerjasama antar pengrajin , baik dari bahan maupu lainya". Demi menjaga jaringan dan kepercayaan konsumen". Tambah Jun sapaan akrabnya.
***