SuaraPantura.com - Di tengah hiruk pikuk anggaran Kabupaten Brebes yang mencapai sekitar 3,186 Triliun di tahun 2022, masih terdengar kisah penduduk miskin yang susah makan di Kabupaten Brebes.
Kisah tersebut datang dari Desa Cipelem Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes.
Menurut data ACT, 70 persen warga desa itu kondisinya miskin.
Hal ini ironis, karena potensi pertanian Desa tersebut yang cukup bagus.
Usut punya usut, ternyata kepemilikan lahan di desa tersebut didominasi orang-orang tertentu yang memiliki lahan luas dan masyarakat Desa hanya diperbantukan sebagai buruh tani.
Hal itu disampaikan oleh Sohirin, salah satu perangkat desa setempat.
"Desa Cipelem kondisi ekonominya sangat memprihatinkan, diaini kebanyakan buruh tani, bukan petani, penghasilan mereka kurang dari 800 ribu perbulan" ungkap Sohirin seperti dikutip Suara Pantura dari Chanel Youtube ACT pada Senin, 13 Juni 2022. Channel tersebut diketahui mengunggah info tersebut baru beberapa bulan yang lalu.
Sohirin melanjutkan, bahwa yang memiliki lahan di Desa Cipelem hanya orang-orang tertentu dan kepemilikannya luas.
"Disini yang punya sawah orang-orang tertentu, jadi walaupun sawahnya disini banyak, kebanyakan itu punya satu orang umpamanya satu bahu lebih, jadi yang diaini kebanyakan ya orang kuli, pendidikannya juga rendah" lanjut Sohirin.
Salah satu warga, Carsinah mengungkapkan bahwa hanya bisa dapat penghasilan saat musim tanam dan musim panen saja. Itupun hanya sebagai buruh tani yang upahnya 35ribu.
" Kalau lagi musim kemaran ya ngga ada (kerjaan), kerjana kalo musim tanam bawang, kalo ada bawang kitanya kan kuli gitu, kalo ada kerjaan ya dapet 35 ribu, kalo ngga ada ya nganggur," tuturnya.
Carsinah menambahkan, jika pekerjaan buruh tani tersebut belum tentu selalu ada dalam seminggu. Terkadang malah tidak ada sama sekali dalam satu musim kemarau.
Untuk makan sehari hari, ia mengaku hanya bisa pasrah dan makan seadanya.
"Ya gimana lafi, kita makan seadanya, kalo ada tempe makan tempe, kada ya sayur kangkung" ungkapnya.
***