SuaraPantura.com - Meninggalnya Eril (Emmeril Kahn Mumtadz) putra sulung Ridwan Kamil memang dirasakan hampir oleh seluruh masyarakat Indoneisa, tak terkecuali warga Kota Tegal.
Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi sendiri turut hadir menyolatkan almarhum Eril di Gedung Pakuan dan mengantarkan jenazah Eril ke pemakaman keluarganya di Cimaung, Kabupaten Bandung.
Saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Wakil Walikota Tegal tak lupa menyampaikan ucapan belasungkawa dan doa untuk Eril dari warga Kota Tegal.
Pada Selasa 14 Juni 2022 malam, Wakil Walikota Tegal mengajak sejumlah seniman untuk membaca tahlil dan doa untuk Eril putra sulung Ridwan Kamil.
Tahlil dan doa bersama yang digelar di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Tegal tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tegal periode 2004-2009 Dr Maufur, M.Pd, Budayawan Atmo Tan Sidik, Apito Lahire, Ipuk Prokem, Dhimas Riyanto, Lebe Penyair, Lanang Setiawan, Retno Kusrini dan beberapa seniman lainnya.
Usai melaksanakan tahli dan doa. Sejumlah seniman membacakan puisi untuk almarhum Eril sebagai bentuk penghormatan.
"Doa, tahlil dan pembacaan puisi karya satrawan Tegal ini merupakan luapan ekspresi rasa sayang kepada almarhum Eril putra Ridwan Kamil. Kita adakan doa bersama dan pembacaan puisi untuk memberikan penghormatan kepada almarhum," kata Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi usai acara.
Budayawan Atmo Tan Sidik yang menggagas acara pembacaan puisi mengatakan jika almarhum Eril adalah anak yang rendah hati.
"Seniman Tegal berpendapat bahwa menyampaikan pesan untuk perubahan karakter bisa melalui kematian, media telah bersaksi bahwa almarhum walaupun putranya Gubernur tidak takabur," ucap Atmo Tan Sidik seperti dikutip dari Lintas Pewarta pada artikel berjudul "Wakil Wali Kota Tegal dan Sejumlah Seniman Gelar Tahlil, Doa dan Pembacaan Puisi untuk Almarhum Eril".
Atmo menambahkan jika Gubernur Jawa Barat meminta karya-karya seniman Tegal tersebut akan diabadikan.
"Alhamdulillah pak Ridwan Kamil memohon karya-karya seniman Tegal akan diawetkan monumental dan beberapa kolega akan bersilaturahmi ke sana, ini bentuk kepedulian kami," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Dr Maufur mengatakan bahwa kematian merupakan sebuah pelajaran yang akan memperlihatkan karakter seseorang.
"Ini pelajaran bagi kita semua, bahwa karakter seseorang akan terlihat di kematiannya. Kami para seniman menuangkan ini sebagai bahan pelajaran untuk kita semua," ungkapnya.***