SuaraPantura.com - Kyai Rosyidi Malawi Jatibarang Brebes wafat pada hari Rabu, 29 Juni 2022 Pukul 15.36 WIB di RS Islam Harapan Anda Tegal.
Kyai Rosyidi Malawi merupakan putra dari KH Malawi bin KH Abdul Wahab Sya'roni, adalah seorang ulama kharismatik di Brebes, yang bertempat tinggal di Desa Jatibarang Lor, Jatibarang, Brebes.
Selain sebagai Pengasuh Pesantren di bawah naungan Yayasan Baitus Sa'adah Jatibarang, Kyai Rosyidi Malawi adalah Muqaddam Thariqah Tijaniyyah, dan istiqamah mengisi pengajian rutin Ahad pagi.
Sejarah Masuknya Tarekat Tijaniyyah
Dari skripsi mahasiswa IAIN Walisongo tahun 2008 bernama Munawarudin, diketahui tarekat Tijaniyyah masuk ke Brebes tepatnya di Desa Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah sebelum Indonesia merdeka. Namun kapan tahun pastinya tidak diketahui.
Tarekat Tijaniyyah dibawa oleh seorang Mufti besar dari Madinah yang bernama Syaikh Sayyid Ali bin Abdullah at-Tayyib yang sempat tinggal di Jatibarang.
Syaikh Sayyid Ali mengembangkan wawasan tentang tarekat Tijaniyyah ke Brebes dari dua tokoh ulama Syaikh Ali bin Ahmad Basalamah dan Syaikh KH Abdul Wahhab Sya'roni.
Syaikh Sayyid Ali bin Abdullah at-Tayyib datang ke Brebes tepatnya di Desa Jatibarang, Brebes pertama ia bertemu denngan KH Abdul Wahhab Sya'roni.
Karena menggunakan bahasa Arab, Kyai Sya'roni tidak bisa berkomunikasi dengan lancar dan setelah Syaikh Sayyid Ali bin Abdullah atTayyib melihat salah satu rumah tetangga Kyai Sya'roni yang memancarkan cahaya dengan sangat yakin Syaikh Sayyid Ali bin Abdullah at-Tayyib berkata pasti di dalam rumah itu ada yang bisa membantu menerjemahkan.
Rumah tersebut adalah rumah Raden Wangsa, seorang alumni yang belajar di Mekkah dan ia
yang mengerti bahasa Arab. Akhirnya komunikasi lancar, Syaikh Sayyid Ali bin Abdullah at-Tayyib menjelaskan kedatangannya yaitu berdakwah sekaligus mengajarkan tarekat Tijaniyyah.
Syaikh Sayyid Ali bin Abdullah at-Tayyib kemudian membai’at KH Abdul Wahhab Sya'roni. KH Abdul Wahhab Sya'roni adalah seorang ulama di Brebes yang pertama kali masuk tarekat Tijaniyyah.
Setelah Syaikh Ali bin Abdullah at-Tayyib membai’at K H Abdul Wahhab Sya'roni, Syaikh Ali bin Abdullah at-Tayyib ke Buntet (Cirebon) dan membai'at Kyai Abbas, berarti di Indonesia ada dua Muqoddam yaitu KH Abdul Wahhab Sya'roni dan KH Abbas.
Setelah KH. Abdul Wahhab Sya'roni wafat di teruskan oleh muridnya yaitu Syaikh Ali bin Muhammad Basalamah.
Syaikh Ali bin Muhammad Basalamah meneruskan perjuangannya yang dilakukan oleh gurunya untuk berdakwah dan menyebarkan tarekat Tijaniyyah selama 50 tahun.
Syaikh Ali bin Muhammad Basalamah wafat pada malam Ahad, Jumadil Ula 1399/31 Maret 1979 di RS Kustati Harum, Semarang.
Setelah wafatnya Syaikh Ali bin Muhammad Basalamah dakwahnya diteruskan oleh putranya yaitu Syaikh Muhammad Bin Ali Basalamah dan putranya KH. Abdul Wahhab Sya'roni yaitu KH Rosyidi Malawi.
Kyai Rosyidi Malawi juga dibantu oleh putra Syaikh Muhammad Bin Ali Basalamah yaitu KH Sholeh Bin Muhammad Basalamah yang sekarang sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam dan saudara-saudaranya serta para ulama yang ada di Brebes.
Demikian sejarah singkat masuknya Tarekat Tijaniyyah di Kabupaten Brebes yang juga diajarkan oleh Kyai Rosyidi Malawi.
Kyai Rosyidi Malawi yang bertempat tinggal di Jatibarang Brebes ini merupakan ulama yang dikenal rendah hati dan dekat dengan masyarakat.
Rencana Kamis 30 Juni jenazah Kyai Rosyidi Malawi akan disholatkan dua kali. Pertama pada pukul 10.00 WIB Mushollah Baitussa'adah, kemudian pukul 12.00 WIB di Masjid Al-Ittihaad Jatibarang.
Jenazah Kyai Rosyidi Malawi rencana akan dimakamkan sekitar pukul 13.00 WIB atau bada dzuhur.***.