Hingga anaknya tumbuh besar, dan mau masuk dunia sekolah pun. Dirinya tak tahu siapa ayah biologis anaknya.
"Terus terang saya bingung, saat anak ini, menanyakan nama ayahnya". Tutur Mawar penuh sesal.
Dulu memang, lanjut mawar. Dirinya dibutakan kenikmatan dunia dan materi. Hingga terlena, tapi sekarang setelah lepas dari dunia esek-esek dan hidup normal ditengah-tengah masyarakat, dirinya baru menyadari betapa sesal itu terasa berat sekali.
" Ternyata hidup itu memang seperti roda berputar. Tidak hanya nyari enaknya saja. Banyak cemoohan. Pokoknya nikmat sekali mas". Lanjutnya .
Mawar menjelaskan, penyesalan memang terakhir datangnya. Tapi kuat ataupun tidak, itu sudah menjadi konsekuensi pilihannya dulu kala.
" Saya sudah hidup normal, dan menjadi single parent. Walaupun pusing saat ditanya suaminya mana". Tambahnya
Untuk hidup normal, Mawar menambahkan, memang tak semudah membalikan telapak tangan.
Semua itu, tidak terpikirkan sejak dulu. Ternyata administrasi kependudukan sangat penting sekali, mulai dari Kartu Keluarga, buku nikah KTP dan akta lahir anak.
" Pikiran saya dulu, jadi Tlembuk cari duit banyak, buat beli rumah sawah mobil motor terus buat buka usaha. Ternyata. Mau mengurus itu semua persyaratanya tidak punya". Tambahnya.
Derita itupun sekarang tengah menimpa Melati (35) yang sudah beralih profesi menjadi juragan sembako.
Dirinya kebingungan, saat mau mendaftakan putri mungilnya ke Taman Kanak-kanak. Karena syaratnya harus melapirkan akta kelahiran anak terus kartu keluarga.
Sedangkan dirinya belum punya, bahkan mau mengurus persyaratan saja tidak ada. Karena tidak punya buku nikah.
" Terus terang, disaat seperti ini, saya baru menyadari. Dan Saya malu sekali". Urainya.
Melati menjelaskan, atas kejadian itu, dirinya terpaksa langsung mondar mandir kesana kemari.
Untuk mengurus administrasi kependudukan. Pokoke tak peduli malu, yang penting dapat pemahaman aturan dari instansi-instansi terkait.
" Alhamdulilah sudah dapat solusi, anaknya bukan bin bapaknya tapi binti saya. Karena lahir diluar nika. Tapi saya senang, sebab semuanya sudah kelar. Dan anak kesayangan saya bisa sekolah. Biar jadi anak pintar sukses. Jangan seperti ibunya." Jelasnya sambil meminta pengalamanya dijadikan rujukan kepada yang lain.
Hal sama pun dialami Kenanga (40) wanita asal Indramayu yang sudah lama menetap ditegal ini menceritakan.
Dirinya sempat kebingungan dan menyesal. Tapi dirinya lebih beruntung karena ada yang mau bertanggungjawab.
Jadi langsung menikah resmi, walapun sempat pontang panting mengurus administrasi kependudukan buat annaknya.
" Ya, saya minta jangan diambil enaknya saja. Tapi lihatlah dikemudian harinya. Karena penyesalan datanya diakhir bukan didepan". Tandasnya ***