SuaraPantura.com - Bagi para petualang malam tentu tak asing lagi dengan praktek-praktek pijat yang buka hingga larut malam, bahkan juga hingga pagi.
Mulai dari panti pijat kelas melati, sampai yang mengistilahkan bahasa kekinian yakni 'massage' di kelas-kelas VIP hingga perhotelan.
Entah apa yang memicu usaha ini berkembang pesat, yang jelas usai beberapa tempat prostitusi ditutup, usaha ini kian menjamur.
Namun tentu tak boleh kita bersuudzon bahwa menjamurnya panti pijat ini merupakan dampak dari penutupan tempat prostitusi.
Karena tidak semua panti pijat maupun massage menawarkan jasa terselubung tersebut.
Untuk mengetahui kebenarannya, kita pernah mewawancarai salah seorang penikmat panti pijat kelas menengah ke atas, semut saja namanya Ramon.
Ramon merupakan pelanggan salah satu panti pijat yang ada di Tegal.
Menurut Ramon, memang tidak semua menawarkan praktek-praktek menyimpang.
"Ngga semua melakukan praktek menyimpang atau plus-plus mas" ungkap Ramon.
Saat ditanya bagaimana praktek panti pijat yang menyajikan layanan Plus-pkus, Ramon pun menceritakan pengalamannya.
" Mula-mula kita bayar kamar pijat, sama pelayanan pijat. Kadang pemijat atau therapisnya mancing-mancing nyerempet areal sensitif kita mas. Kalo udah kepancing inilah akhirnya muncul tawar-menawar" ungkap Ramon.
Pola tersebut menurut Ramon bagi pelanggan baru yang belum pernah kesana.
Namun bagi pelanggan sudah ada bahasa khusus terkait pelayanan plus-plus tersebut.
Ada istilah yang menurut Ramon sudah terbentuk dalam komunikasi para pelanggan.
Seperti istilah 'petik mangga' dan 'full service'. Dua istilah ini menurut Ramon yang sering disampaikan dan sudah menjadi bahasa komunikasi disana.
"Petik mangga itu istilah buat setengah main gitu mas ngga dimasukinlah yah istilahnya, kalo full servis ya semuanya sampai dimasukin" terang Ramon.
Menurut Ramon, meskipun praktek tersebut melanggar hukum, namun setahu dirinya mereka aman-aman saja dan tidak ada yang mengusik.
"Mungkin jatahnya sudah rata mas, jadi ngga ada yang ngusik dan aman-aman saja. Kita juga sebagai pelanggan merasa nyaman lah yah," jelas Ramon sambil menghisap sebatang rokok.
***