SuaraPantura.com - Bangunan pendidikan di SD Negero 01 Sridadi Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes kini nyaris ambruk.
Kondisi ini terjadi sejak tahun 2020 lalu akibat tanah bergerak di daerah tersebut.
Namun hingga kini bangunan tersebut oleh Penerintah Daerah Brebes belum diperbaiki.
Para siswa akhirnya mengalami kesulitan belajar karena kegiatan pembelajaran dilakukan di teras masjid dekat areal sekolah.
Menurut Kepala Sekolah Kepala Sekolah tersebut, Samsudin, menyampaikan bahwa bencana tanah bergerak pada 2020 lalu menyebabkan gedung sekolah itu rusak.
Pergerakan tanah di wilayah tersebut membuat sebagian gedung sekolah ambruk, dan sebagian lainnya kini tidak bisa digunakan.
“Kondisi bangunan miring, bagian lantai pecah dan retak parah membentuk lubang. Bagian dinding juga retak-retak,” katanya.
Selama kelas rusak, siswa kelas V melaksanakan kegiatan belajar di teras masjid dekat sekolah. Sementara kelas lainnya memanfaatkan ruang kelas yang tersisa secara bergantian.
BrebeBaca Juga: Saat Jabat Kapolres Brebes, Ferdy Sambo Bingung Kenapa Ada Istilah Polisi Tidur
Kondisi SD nyaris roboh ini sudah berlangsung hampir dua tahunan dan belum ada perhatian dari pemerintah.
Kerusakan bangunan sekolah ini, lanjut Samsudin, sudah dilaporkan pihaknya ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Brebes. Namun hingga saat ini belum juga diperbaiki.
"Beberapa waktu lalu ada dari tim Sarpras ke sini untuk ninjau. Dan informasinya diusulkan perbaikan tahun depan. Kalau kami sangat berharap agar segera ada tindak lanjut untuk perbaikan agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu karena kekurangan ruang kelas," harapnya.
***