SuaraPantura.com - Tidak hadirnya mahasiswa Kota Tegal dalam merespon kebijakan kenaikan harga BBM dikomentari negatif oleh banyak masysrakat.
Salah satunya adalah seniman Kota Tegal, Nur Shidiq alias Sengsong.
Ia menilai mustinya mahasiswa merupakan agen perubahan yang bisa diharapkan masyarakat. Namun di Kota Tegal, Mahasiswanya dianggapnya telah lalai dan sudah tak berempati.
" Mahasiswa Kota Tegal seperti sudah hilang empati terhadap Rakyat,mereka bahkan absen di dalam dinamika Aksi Kenaikan harga BBM," ungkapnya.
Yang lebih menyedihkan lagi menurut Sengsong, tak lama saat momen pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi tersebut, bukan pemberitaan mahasiswa demo tolak kenaikan harga BBM yang muncul di media massa melainkan malah berita pasangan mahasiswa mahasiswi yang digerebek di kos-kosan.
"Saat momentum kenaikan harga BBM, hampir ngga ada berita mahasiswa Kota Tegal Demo, tapi munculnya berita mahasiswa Kota Tegal digerebek mesum di kos-kosan, ini miris," ungkap Sengsong kepada redaksi pada Senin, 19 September 2022.
Menanggapi hal ini, tokoh pesisir Kota Tegal, Gunaryo pun memandang miris gerakan mahasiswa Kota Tegal yang sekarang.
Menurutnya, absennya gerakan mahasiswa Kota Tegal terhadap kebijakan kenaikan harga BBM itu dianggapnya bahwa mahasiswa Kota Tegal yang sekarang ini sedang sakit.
"Mahasiswane pada Mriyang! (Mahasiswanya pada meriang)" terang Gunaryo.
***