SuaraPantura.com - Oknum pengusaha serakah kembali berulah, kali ini mereka menurunkan alat berat untuk menjarah batuan sungai di Kali Gung Tegal.
Titik lokasi penambang ilegal tersebut masih di lingkup wilayah Desa Danawarih Kabupaten Tegal.
Hal ini disampaikan oleh pemerhati lingkungan Kabupaten Tegal, Hadi kepada redaksi pada Sabtu, 8 Oktober 2022.
Pihaknya beberapa kali melakukan pengamatan di lapangan dan berhasil mengumpulkan bukti sekaligus menginventarisir beberapa nama pengusaha dan korporasi yang terlibat.
"Beberapa kali kami sudah turun ke lapangan, mengambil gambar dan video. Kami juga sudah menginventarisir sejumlah orang serta korporasi yang terlibat menurunkan alat berat di Kali Gung untuk menjarah batu," terang Hadi.
Dalam waktu dekat Hadi dan beberapa pemerhati lingkungan lainnya mengaku akan mematangkan kajian lingkungan serta mengirimkan bukti-bukti kerusakan lingkungan dan para penjarah kepada pihak berwenang.
"Akan segera kita matangkan, sekaligus kita siapkan data oknum-oknum yang terlibat kepeda pihak berwenang," Ungkap Hadi.
Hadi menilai, aktivitas bagian hulu sungai tersebut turut memberikan sumbangsih bencana alam di daerah bawah terutama pemukinan yang berada di dekat sungai.
"Aktivitas pengusaha serakah ini diakui atau tidak turut memberikan sumbangsih bencana rumah ambruk di daerah bawahnya yakni desa Kajen Tegal, namun pemerintah masih tutup mata dan menganggap bencana di Kajen itu hanya bencana tanah bergerak biasa, padahal buktinya jelas," terang Hadi.
"Batuan yang dijarah di daerah atas membuat arus sungai menggelontor tanpa hambatan, akibatnya tanah-tanah di bawahnya runtuh. Jadi Kali Gung ini sekarang sudah seperti Jalan Tol akibat batuannya dijarah, rentetan Ini yang sebenarnya mengakibatkan bencana rumah ambruk yang terjadi di Desa Kajen Kabupaten Tegal," jelas Hadi.
Paul, warga Desa Danawarih ikut mengecam keserakahan para pengusaha perseorangan maupun korporasi yang menjarah batuan Kali Gung.
Menurut Paul, mereka notabene justru orang luar Danawarih yang berani menurunkan alat berat ke sungai untuk menjarah batuan Kali Gung.
"Mereka itu orang-orang luar yang serakah mas, kita aja yang warga asli pribumi lebih baik berdagang daripada menjarah batu. Itu orang luar serakah banget," Ungkap Paul.
Paul mengaku telah melakukan koordinasi dengan aparat desa maupun aparat hukum. Namun para penjarah disebut kebal hukum.
"Sudah kita sampaikan keluhan warga ke aparat desa maupun aparat hukum, tapi ya gitu, mereka kayak mafia yang kebal hukum, mustinya segera dibongkat dan ditindak," Terang Paul.
Dari pantauan tim redaksi ke lapangan, ada belasan alat berat yang diturunkan. Tim redaksi juga sempat mengambil dokumentasi gambar dan video yang nantinya akan ditayangkan pada jurnal investigasi di Suara Pantura TV.
***