SuaraPantura.com - Kali Gung Tegal atau ada yang menyebutnya sungai Kaligung adalah salah satu sungai besar yang mengalir di Kabupaten Tegal.
Konon kali di Tegal ini disebut Kali Gung karena merupakan aliran dari mata air di Gunung Slamet. Gunung Slamet diketahui juga memiliki nama Gunung Agung. Dari kata Agung inilah kemudian nama Kali Gung disematkan.
Kali Gung Tegal berhulu di lereng utara Gunung Slamet dan bermuara di Pantura (Pantai Utara) Laut Jawa.
Kali Gung memiliki panjang sekitar 48 Km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitar 155,6 kilometer persegi.
Penduduk di sepanjang Kali Gung memanfaatkan sungai ini sebagai sumberdaya pertanian dan perikanan baik secara tradisional dengan cara memancing atau menjala.
Sedangkan di bagian hulu Kali Gung yang memiliki banyak sumber air panas digunakan sebagai area Pariwisata.
Debit air Kali Gung yang besar juga dimanfaatkan untuk irigasi. Ada dua bendungan utama di Kali Gung yakni Bendungan Pesayangan dan Bendungan Danawarih.
Terdapat juga sebuah bendungan yang di namakan Bendungan Gung seng yang mengalirkan sebuah sungai kecil yang deras untuk mengairi daerah kering daerah barat dan timur Kabupaten Tegal.
Kali Gung di Kabupaten Tegal ini memiliki empat anak sungai yakni Kali Pekandangan, Kali Putih, Kali Blombong dan Kali Erang.
Kali Gung juga pernah disodet untuk mengatasi banjir di wilayah Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. Sodetan tersebut kini dikenal dengan nama Kali Ketiwon, ada juga yang menyebutnya Kali Prepil.
Diketahui PT KAI (Kereta Api Indonesia) mengabadikan nama Kali Gung menjadi sebuah nama kereta api yang melayani rute Cirebon-Semarang.***